Secara global, pada 2022 kanker serviks menempati urutan ke-4 dalam jenis kanker yang menyerang perempuan dengan 660.000 kasus. Pada tahun yang sama, kanker serviks telah menyebabkan 350.000 kematian.
Celana dalam mungkin terlihat sebagai bagian kecil dari pakaian sehari-hari. Namun, justru pakaian inilah yang bersentuhan langsung dengan area tubuh yang paling sensitif dan berpengaruh besar terhadap kesehatan.
Menerapkan pola hidup sehat bermanfaat menjaga kebugaran tubuh. Salah satunya mengatur pola makan. Menurut WHO, pola makan sehat menjauhkan kita dari berbagai penyakit akibat asupan gizi tak seimbang.
“Saya pikir hanya kecapekan biasa,” kata Pak Darto (56 tahun) sambil mengusap dadanya. “Ternyata itu serangan jantung. Dokter bilang, kolesterol saya sangat tinggi.”
Jika tinggal di rumah dua lantai, anak-anak biasanya akan menempatkan orang tuanya di lantai bawah. Alasannya: takut orang tua kelelahan, takut jatuh, takut otot melemah karena harus naik-turun tangga.
Makan larut malam kerap dianggap biang keladi bertambahnya berat badan. Tak heran jika nasihat lama seperti, “Sarapanlah seperti raja, makan siang seperti pangeran, dan makan malam seperti orang miskin,” masih sering digaungkan. Ungkapan ini bukan sekadar pepatah, melainkan pengingat akan pentingnya memperhatikan porsi dan waktu makan dalam menjaga kesehatan. Tapi, benarkah waktu makan malam bisa begitu memengaruhi berat badan dan metabolisme tubuh?
Makan hari ini, diet besok. Guyonan lama ini pasti akrab di telinga, apalagi saat kita mulai berniat menjalani hidup lebih sehat. Tapi, seberapa sering niat itu kandas hanya karena godaan sepotong kue cokelat atau ajakan ngopi bareng teman? Diet memang sering kali dimulai dari tekad, tapi apakah cukup hanya dengan niat?
Meskipun hanya duduk di belakang meja, pekerja kantoran tak luput dari cedera atau gangguan penyakit. Apa saja penyakit yang membayangi para pekerja kantoran? Berikut beberapa di antaranya.