Penyakit Pekerja Kantoran

oleh Kristihandaribullet
Bagikan artikel ini
Ditinjau oleh dr. Koh Hau-Tek
Penyakit Pekerja Kantoran
Penyakit Pekerja Kantoran

Meskipun hanya duduk di belakang meja, pekerja kantoran tak luput dari cedera atau gangguan penyakit. Apa saja penyakit yang membayangi para pekerja kantoran? Berikut beberapa di antaranya.

Gangguan muskuloskeletal


Istilah ini mengacu pada cedera otot, saraf, tendon, sendi, tulang rawan, dan cakram tulang belakang. Gangguan muskuloskeletal tidak termasuk cedera akibat terpeleset, tersandung, jatuh, atau kejadian serupa lainnya.


Sebagian besar pekerja kantoran menderita gangguan muskuloskeletal, seperti otot kaku, nyeri dan kaku sendi, serta pembengkakan di area yang terkena sehingga dapat mengganggu mobilitas.


Beberapa gangguan muskuloskeletal yang sering ditemui antara lain:

  • terkilir
  • ketegangan otot
  • sakit punggung
  • sakit leher
  • CTS (Sindrom terowongan karpal)

1. CTS (Carpal Tunnel Syndrome) atau sindrom terowongan karpal



CTS merupakan penyakit kantoran yang umum terjadi di era modern. Pertama kali ditemukan pada akhir Perang Dunia II. CTS sempat diabaikan hingga pada 1970-an karena dianggap sebagai alasan pekerja kantor untuk tidak masuk kerja.


CTS terjadi akibat gerakan berulang yang menekan saraf median terowongan karpal, seperti mengetik di komputer. Tekanan ini dapat menyebabkan peradangan dan iritasi pada saraf, yang kemudian menimbulkan gejala-gejala CTS, seperti

  • nyeri pada tangan dan jari terutama pada malam hari
  • mati rasa, kesemutan, dan kelemahan pada tangan dan jari
  • kesulitan menggenggam benda

Pencegahan

Peregangan dan istirahat selama beberapa menit dapat membantu melepaskan ketegangan pergelangan tangan. Saat mengetik dengan komputer ataupun menggunakan mouse, jangan gunakan pergelangan tangan sebagai tumpuan.


Pengobatan CTS tergantung pada tingkat keparahannya. Pada kasus ringan, CTS dapat diatasi dengan:

  • mengompres area yang mengalami peradangan dengan air dingin
  • melakukan peregangan dan latihan tangan
  • mengubah kebiasaan kerja

2. Nyeri punggung bawah



Duduk diam selama berjam-jam, sikap duduk yang salah, dan aktivitas berlebih merupakan pemicu utama ketegangan otot dan sakit punggung bagian bawah atau lower back pain pada pekerja kantoran. 


Pencegahan 

1. Perhatikan postur duduk

  • Duduk dengan tegak dan sandarkan punggung pada kursi.
  • Posisikan kepala dan leher sejajar bahu.
  • Pastikan telapak kaki menapak rata di lantai atau gunakan sandaran kaki.
  • Hindari menyilangkan kaki.
  • Atur ketinggian kursi dan meja agar siku sejajar keyboard dan monitor.
  • Gunakan kursi ergonomis dengan penyangga punggung yang baik.

2. Istirahat dan aktivitas fisik

  • Berdiri dan bergeraklah setiap 20–30 menit.
  • Lakukan peregangan ringan untuk meredakan ketegangan otot.
  • Berolahragalah secara teratur, seperti berenang, berjalan kaki, atau yoga.
  • Pertahankan berat badan ideal.
  • Hindari mengangkat benda berat dengan cara yang salah.

3. Ciptakan lingkungan kerja yang ergonomis

  • Gunakan keyboard dan mouse ergonomis.
  • Posisikan layar sejajar dengan mata.
  • Gunakan pencahayaan yang cukup.
  • Sesekali, ubah posisi duduk.

Konsultasikan dengan dokter atau fisioterapis jika nyeri punggung bawah tidak kunjung membaik.


Mata tegang



Menatap layar komputer, tablet, atau gawai dalam waktu lama dapat mengakibatkan mata kabur dan sensitif, mata terlalu berair atau kering, sakit kepala atau sakit leher, pundak kaku, dan kesulitan fokus.


Tingkat keparahan kelelahan mata dapat bervariasi tergantung layar yang digunakan, durasi penggunaan, serta kondisi pencahayaan dan kondisi mata.


Pencegahan

1. Atur layar dengan tepat

  • Atur kecerahan layar agar sesuai dengan pencahayaan ruangan.
  • Gunakan filter anti-silau pada layar.
  • Atur jarak pandang antara layar dan mata sekitar 50--60 cm.
  • Posisikan layar sedikit lebih rendah dari ketinggian mata.

2. Istirahatkan mata secara teratur

  • Gunakan aturan 20-20-20: Setiap 20 menit, alihkan pandangan dari layar selama 20 detik dan fokuslah pada objek yang berjarak 20 kaki (6 meter).
  • Pejamkan mata selama beberapa menit setiap jam.

3. Ciptakan kebiasaan sehat

  • Minum air putih yang cukup agar mata terhidrasi.
  • Konsumsi makanan kaya vitamin A dan C.
  • Tidur cukup.
  • Rutin lakukan pemeriksaan mata.

Obesitas



Obesitas bukan isu baru, tetapi menjadi masalah yang semakin memburuk di era modern. Faktor-faktor, seperti kurangnya olahraga, meningkatnya tingkat stres, konsumsi junk food, gaya hidup sedentary, dan berbagai faktor lain, berkontribusi pada peningkatan prevalensi obesitas di kalangan pekerja di seluruh dunia.


Bila Anda suka mengonsumsi camilan saat jam kerja, berhati-hatilah. Berbagai camilan seringkali tinggi kalori, tinggi gula dan lemak, tetapi rendah serat. Karena itu, penting untuk merencanakan apa yang akan Anda makan agar tidak mengonsumsinya berlebihan.


Obesitas merupakan faktor utama penyebab meningkatnya kadar kolesterol LDL dalam darah, pembekuan darah, dan berbagai kondisi medis lainnya. 


Pencegahan

1. Perhatikan asupan makanan

  • Pilih makanan sehat dan bergizi seimbang.
  • Hindari junk food, makanan tinggi gula dan lemak, dan makanan olahan.
  • Perhatikan porsi makan dan hindari makan berlebihan.
  • Konsumsi camilan sehat, seperti buah-buahan, yogurt, atau kacang-kacangan.

2. Tingkatkan aktivitas fisik

  • Rutin berolahraga , minimum 30 menit setiap hari.
  • Gunakan tangga daripada lift.
  • Parkir kendaraan sedikit lebih jauh dan berjalan kaki.
  • Lakukan peregangan atau gerakan ringan di sela-sela waktu kerja.

3. Kelola stres

  • Lakukan teknik relaksasi, seperti yoga, meditasi, atau mendengarkan musik.
  • Luangkan waktu untuk melakukan kegiatan yang Anda sukai.
  • Tidur cukup.

Kesehatan mental



Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Dalam lingkungan yang kompetitif saat ini, seiring meningkatnya stres di tempat kerja, karyawan menjadi lebih rentan dengan masalah kesehatan mental. 


Stres yang berhubungan dengan pekerjaan tidak hanya berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan karyawan, tetapi juga produktivitas perusahaan. Penyebabnya ada berbagai macam. Misalnya, merasa tertekan jika tuntutan pekerjaan (seperti jam kerja atau tanggung jawab) lebih besar daripada yang dapat dilakukan dengan nyaman.

Sumber stres lain terkait pekerjaan termasuk konflik dengan rekan kerja atau atasan, ancaman terhadap keamanan kerja, seperti potensi pemecatan. 


Stres di tempat kerja dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular (obesitas, hipertensi, kolesterol tinggi) dan kejadian kardiovaskular, seperti stroke dan serangan jantung.


Pencegahan

Pastikan pekerjaan Anda terorganisasi dengan baik. Daftarlah tugas-tugas yang menjadi prioritas. Misalnya, menyelesaikan tugas “sulit” pada pagi hari saat pikiran masih fresh.


Infeksi kuman atau virus



Menurut Anda, manakah di antara dua tempat ini yang paling banyak kuman? Dudukan kloset atau meja kerja? Ya, barangkali terbayang di benak bahwa dudukan toilet merupakan sarang kuman. Tapi, tunggu dulu! Anda keliru.


Meja kerja ternyata paling banyak kumannya. Setiap kali menyentuh keyboard, mouse, meja, atau gawai, kita juga menyentuh kuman. Ada lebih dari 10 juta kuman ada di sana!


Kuman dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti flu, demam, dan infeksi pencernaan. Kuman juga dapat memicu alergi dan asma.


Pencegahan

  • Bersihkan meja kerja secara teratur: Gunakan desinfektan untuk membersihkan permukaan meja, keyboard, dan mouse.
  • Cuci tangan: Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau gunakan hand sanitizer setelah ke toilet, sebelum makan, dan setelah menyentuh benda kotor.
  • Hindari makan di meja kerja: Makanlah di tempat bersih dan jauh dari komputer.
  • Jaga kebersihan diri: Mandi teratur dan perhatikan kebersihan pakaian.

Jika Anda tengah mengalami salah satu tanda dan gejala di atas, disarankan untuk segera mencari pertolongan medis. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter GWS Medika terdekat untuk memperoleh diagnosis dan penanganan medis secara tepat.


ReferensiBetterhealth. Diakses pada 2024. Work-Related-Stress Hopkins Medicine. Diakses pada 2024. Sitting Disease: How A Sedentary Lifestyle Affects Heart Health. Laortho Specialist. Diakses pada 2024. Office Worker? This Is What You Should Know About Carpal Tunnel. WebMD. Diakses pada 2024. Beware of Workplace Germs.