Tips Jaga Kesehatan Selama Umrah dan Haji Agar Ibadah Tetap Lancar

oleh Kristihandaribullet
Bagikan artikel ini
Ditinjau oleh
Tips Jaga Kesehatan Selama Umrah dan Haji Agar Ibadah Tetap Lancar
Tips Jaga Kesehatan Selama Umrah dan Haji Agar Ibadah Tetap Lancar

Menjalankan ibadah haji atau umrah membutuhkan kondisi fisik yang prima karena aktivitasnya padat dan dilakukan bersama jutaan jemaah lainnya. Jika tubuh tidak dipersiapkan dengan baik, risiko kelelahan, dehidrasi, hingga tertular penyakit bisa meningkat.

Ibadah haji dan umrah diikuti oleh jutaan umat Muslim setiap tahun.


Selain mempersiapkan syarat administrasi, seperti visa, vaksinasi, dan Buku Kuning, persiapan fisik juga sangat penting dilakukan agar tubuh tetap kuat selama menjalani rangkaian ibadah yang menuntut stamina tinggi.


Haji dan umrah bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga membutuhkan kesiapan fisik.


Selama menjalankan ritual, jemaah harus banyak berjalan, beraktivitas dalam kerumunan besar, menghadapi suhu panas (terutama di musim panas), serta menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.


Kondisi tanah suci yang sangat padat membuat potensi penularan penyakit meningkat, baik secara langsung melalui kontak fisik maupun tidak langsung melalui udara, permukaan benda, dan fasilitas umum.


Karena itu, diperlukan persiapan matang agar kesehatan tetap terjaga dari awal keberangkatan hingga kembali ke tanah air.


Lalu, apa saja yang perlu dipersiapkan untuk menjaga kesehatan selama melaksanakan ibadah haji atau umrah?



Sebelum berangkat umrah atau haji


Lakukan vaksinasi dan konsultasikan kesehatan Anda ke dokter.
Lakukan vaksinasi dan konsultasikan kesehatan Anda ke dokter.

1. Konsultasi ke dokter


Sebelum berangkat, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter setidaknya satu bulan sebelum keberangkatan.


Pemeriksaan ini penting untuk memastikan kondisi tubuh Anda layak menjalani perjalanan panjang dan aktivitas fisik yang intens selama ibadah berlangsung.


Bagi jemaah yang memiliki penyakit kronis, seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung, dokter akan memberikan panduan khusus tentang cara mengelola kondisi tersebut selama berada di tanah suci. 


Jangan lupa membawa rekam medis lengkap, termasuk daftar obat dan dosisnya, untuk mempermudah jika suatu saat Anda memerlukan perawatan medis di luar negeri.


2. Vaksinasi wajib untuk umrah atau haji


Vaksinasi merupakan bagian penting dalam persiapan kesehatan haji dan umrah.


Salah satu yang wajib adalah vaksin meningokokus, yang berfungsi melindungi jemaah dari infeksi meningitis—penyakit serius yang mudah menyebar di lingkungan padat.


Selain itu, disarankan juga untuk melakukan vaksinasi influenza minimal 15 hari sebelum keberangkatan.


Langkah ini dapat membantu menurunkan risiko tertular flu selama perjalanan dan selama berada di tanah suci.


3. Siapkan kotak P3K pribadi


Membawa perlengkapan P3K sendiri akan sangat membantu mengatasi masalah kesehatan ringan yang mungkin muncul selama ibadah.


Beberapa perlengkapan yang sebaiknya dibawa antara lain:


  • Perban, plester, kasa, dan perban kecil
  • Losion antiseptik dan krim pelembap atau anti-sunburn
  • Obat antihistamin dan analgesik untuk demam atau nyeri
  • Masker wajah, tisu, gunting kecil, dan pemotong kuku
  • Perlengkapan pribadi seperti handuk kecil, sikat gigi, kipas lipat, serta botol minum
  • Payung atau pelindung kepala untuk mengantisipasi terik matahari

Perlengkapan ini akan membantu Anda tetap nyaman dan siap menghadapi kondisi yang tidak terduga selama perjalanan.


4. Terapkan langkah pencegahan kesehatan


Menjalankan langkah pencegahan sejak awal akan sangat membantu menjaga daya tahan tubuh selama menjalankan rangkaian ibadah.


Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:


  • Jaga hidrasi tubuh dengan minum air putih atau minuman yang tidak terlalu manis.
  • Cuci tangan atau gunakan hand sanitizer secara teratur—terutama sebelum makan, setelah dari toilet, atau setelah bersentuhan dengan hewan atau fasilitas umum.
  • Pastikan makanan aman dikonsumsi, seperti mencuci buah dan sayur hingga bersih serta memastikan makanan benar-benar matang dan tidak dibiarkan terlalu lama di suhu ruang.
  • Hindari makanan berisiko, seperti produk susu yang tidak dipasteurisasi, daging mentah, atau makanan yang kebersihannya diragukan.
  • Cukup istirahat, karena tubuh yang lelah akan lebih mudah terserang penyakit dan mengurangi kemampuan menjalankan ibadah secara optimal.


Selama melaksanakan ibadah haji atau umrah


Lindungi diri dari paparan sinar matahari dalam jangka lama.
Lindungi diri dari paparan sinar matahari dalam jangka lama.

1. Lindungi diri dari penyakit akibat panas


Selama ibadah seperti Tawaf dan Sa’i, jemaah sering terpapar sinar matahari dalam waktu lama, sehingga rentan mengalami kelelahan akibat panas hingga heat stroke.


Kondisi ini bisa berbahaya jika tidak segera ditangani.


Gejala kelelahan akibat panas meliputi:


  • sakit kepala;
  • pusing atau vertigo;
  • kulit terasa panas, kemerahan, atau kering;
  • kelelahan otot;
  • mual atau muntah;
  • kesulitan bernapas atau menelan.

Tips mencegah penyakit akibat panas:


  • Usahakan tetap berada di tempat teduh atau gunakan payung, topi, atau pelindung kepala saat beraktivitas di luar ruangan.
  • Gunakan tabir surya dan aplikasikan ulang setiap dua jam untuk melindungi kulit dari sengatan matahari.
  • Minum banyak cairan secara teratur untuk mengganti cairan yang keluar melalui keringat.
  • Ambil jeda istirahat di tempat yang sejuk ketika tubuh mulai terasa lelah atau kepanasan.
  • Jalankan rangkaian ibadah secara bertahap dan jangan memaksakan diri, terutama jika stamina mulai turun.

2. Cegah infeksi menular


Padatnya jumlah jemaah meningkatkan risiko penularan penyakit, terutama infeksi saluran pernapasan. Karena itu, kebersihan diri harus menjadi perhatian utama.


Tips mencegah infeksi:


  • Cuci tangan secara rutin menggunakan sabun atau hand sanitizer, terutama sebelum makan dan setelah dari toilet.
  • Gunakan masker saat berada di kerumunan, dan ganti secara berkala jika sudah lembap atau kotor.
  • Saat batuk atau bersin, gunakan tisu kemudian buang ke tempat sampah tertutup agar tidak menularkan kuman ke orang lain.

3. Perhatikan keamanan makanan dan minuman


Selama berada di tanah suci, pastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi aman dan bersih untuk mencegah penyakit bawaan makanan.


Tips aman konsumsi makanan:


  • Hindari produk susu yang tidak dipasteurisasi.
  • Jangan konsumsi daging atau produk hewani mentah.
  • Pilih makanan yang dimasak sempurna dan terjamin kebersihannya.

Jika ingin tetap bertenaga selama perjalanan, Anda dapat membawa kurma, kacang-kacangan, atau camilan sehat yang kaya energi dan mudah dikonsumsi kapan saja.


4. Utamakan keselamatan diri sebelum menolong orang lain


Selalu bawa perlengkapan pertolongan pertama selama perjalanan, termasuk obat pribadi dan perban.


Anda mungkin membutuhkan obat-obatan sewaktu-waktu, terutama dalam kondisi fisik yang lelah atau karena perubahan cuaca dan lingkungan.


Jika Anda menemukan seseorang yang jatuh atau pingsan:


  • Utamakan keselamatan diri terlebih dahulu, jangan memaksakan bantuan jika Anda tidak mampu.
  • Segera hubungi petugas atau pihak berwenang terdekat.
  • Bantu mengatur suasana agar orang lain tidak berkerumun, karena kerumunan dapat mengurangi suplai oksigen bagi semua orang di sekitar, termasuk diri Anda.


Pembaruan peraturan terkait buku fisik ICV


Berdasarkan Surat Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI Nomor SR.02.04/C/3440/2025 tertanggal 27 Agustus 2025 mengenai penerbitan Buku ICV, terdapat perubahan penting yang mulai berlaku sejak 2 September 2025.


Mulai tanggal tersebut, fasilitas kesehatan tidak lagi menerbitkan buku fisik ICV (Buku Kuning) secara langsung kepada pasien.


Penerbitan dan pengiriman buku fisik ICV kini sepenuhnya dilakukan oleh BBKK (Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan) Soekarno-Hatta, yang akan mengirimkannya langsung ke alamat pasien.


Karena proses pengiriman data dan buku fisik memerlukan waktu, calon jemaah haji atau umrah disarankan untuk mempersiapkan kebutuhan ICV sejak jauh-jauh hari agar perjalanan tetap lancar.


Untuk mendapatkan vaksinasi yang diperlukan, kunjungi Klinik GWS Medika di Kalibata, Blok M, atau Permata Hijau.



ReferensiMinistry of Health, Kingdom of Saudi Arabia. Diakses pada 2025. General Guide for the Health of Hajj and Umrah Pilgrims. Reem Hospital. Diakses pada 2025. Comprehensive Health Guide for Hajj and Umrah.