Super Flu: Flu Varian Baru?

Gejala yang lebih parah dibanding flu biasa dan cepatnya penyebaran virus ini membuat kasus super flu mendapat perhatian para ahli kesehatan.
Di Indonesia, hingga akhir tahun 2025, tercatat 62 kasus flu varian baru yang dikenal sebagai super flu. Tingkat penularannya cukup tinggi.
Satu orang yang terinfeksi berpotensi menularkan virus kepada dua orang atau lebih.
Super flu disebabkan oleh varian virus Influenza A (H3N2) subclade K yang mulai teridentifikasi sekitar Juni 2025.
Varian ini memiliki penularan yang cepat, sehingga memicu peningkatan kasus secara bersamaan di berbagai negara.
Super flu menular terutama melalui droplet pernapasan yang keluar saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.
Virus juga dapat menyebar melalui kontak dengan permukaan yang terkontaminasi, kemudian masuk ke tubuh saat tangan menyentuh hidung, mulut, atau mata.
Penularan lebih mudah terjadi di ruang tertutup dan padat, seperti transportasi umum, kantor, sekolah, atau fasilitas kesehatan.
Beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala berat atau komplikasi akibat super flu, antara lain:
- lansia (usia ≥60 tahun);
- anak-anak;
- ibu hamil;
- penderita penyakit kronis (diabetes, penyakit jantung, asma, gangguan paru);
- individu dengan daya tahan tubuh lemah.
Apa bedanya dengan flu biasa?

Gejala super flu umumnya muncul secara tiba-tiba setelah 2–3 hari terpapar virus. Sekilas keluhannya mirip dengan flu biasa.
Namun, intensitasnya lebih berat, berlangsung lebih lama, dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Beberapa gejala super flu yang perlu diwaspadai antara lain:
- demam tinggi hingga 39°C–40°C;
- batuk kering berkepanjangan;
- sakit kepala hebat;
- pilek;
- nyeri otot dan sendi;
- menggigil;
- kelelahan ekstrem;
- nafsu makan menurun;
- ketidaknyamanan pada mata, seperti nyeri, mata berair, atau sensitif terhadap cahaya.
Pada anak-anak, gejala super flu sering kali bersifat lebih umum dan dapat disertai keluhan tambahan, sehingga perlu pemantauan lebih ketat.
Sebaliknya, flu biasa umumnya menyerang saluran pernapasan atas dengan gejala yang lebih ringan.
Penderitanya masih dapat beraktivitas ringan dan jarang mengalami keluhan berat atau berkepanjangan seperti yang dapat terjadi pada infeksi Influenza A (H3N2) subclade K.
Langkah pencegahan super flu

1. Vaksinasi Influenza
Vaksin influenza tetap direkomendasikan sebagai langkah pencegahan utama terhadap super flu.
Vaksinasi sangat dianjurkan bagi kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit penyerta.
Selain membantu mencegah infeksi, vaksin influenza juga terbukti dapat mengurangi tingkat keparahan gejala serta risiko komplikasi bila seseorang tetap terinfeksi.
2. Konsumsi makanan bernutrisi
Asupan makanan bernutrisi berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh agar mampu melawan infeksi virus, termasuk super flu.
Pola makan yang seimbang membantu sistem imun bekerja optimal serta mendukung proses pemulihan saat tubuh terpapar virus.
Beberapa jenis nutrisi yang penting untuk mendukung imunitas antara lain:
- Protein
Dibutuhkan untuk pembentukan antibodi dan perbaikan jaringan tubuh. Sumber protein dapat diperoleh dari ikan, telur, daging tanpa lemak, tahu, tempe, dan kacang-kacangan. - Vitamin C
Berperan sebagai antioksidan dan membantu meningkatkan respons imun. Vitamin ini banyak ditemukan pada jeruk, jambu biji, kiwi, stroberi, dan sayuran hijau. - Vitamin A dan E
Membantu menjaga kesehatan sel dan jaringan, termasuk saluran pernapasan. Sumbernya antara lain wortel, ubi, bayam, alpukat, dan kacang-kacangan. - Zinc dan mineral lainnya
Berperan dalam fungsi sistem kekebalan tubuh dan membantu mempercepat pemulihan. Zinc dapat ditemukan pada daging, seafood, biji-bijian, dan produk susu. - Cairan yang cukup
Memenuhi kebutuhan cairan membantu mencegah dehidrasi, menjaga kelembapan saluran napas, dan mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan.
2. Perilaku hidup bersih dan sehat

Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat berperan penting dalam menekan risiko penularan virus, antara lain:
- rutin cuci tangan dengan sabun;
- menggunakan masker saat sedang sakit;
- menerapkan etika batuk dan bersin yang benar;
- memastikan istirahat yang cukup;
- mengonsumsi nutrisi seimbang;
- berolahraga secara teratur.
Kombinasi vaksinasi dan kebiasaan hidup sehat menjadi kunci penting dalam melindungi diri dan orang sekitar dari super flu.
Kapan harus ke dokter?
Segera konsultasikan ke dokter apabila mengalami:
- demam tinggi yang tidak turun lebih dari 3 hari;
- sesak napas atau nyeri dada;
- kelelahan ekstrem hingga sulit beraktivitas;
- penurunan kesadaran atau kebingungan;
- gejala yang memburuk meski sudah istirahat dan minum obat.
Lindungi Anda dan keluarga dengan vaksin Influenza dan pola hidup sehat.
Segera kunjungi klinik GWS Medika, klinik kesehatan di Jakarta, jika gejala flu terasa lebih berat dari biasanya.



