Kecilkan Perut Buncit: Menjadi Bapak Tanpa “Bodi Bapak-Bapak”

oleh Agnes Krisantibullet
Bagikan artikel ini
Ditinjau oleh dr. Koh Hau-Tek
Kecilkan Perut Buncit: Menjadi Bapak Tanpa “Bodi Bapak-Bapak”
Kecilkan Perut Buncit: Menjadi Bapak Tanpa “Bodi Bapak-Bapak”

Apa yang Anda bayangkan saat mendengar istilah “bodi bapak-bapak”? Perut buncitkah? Jika itu jawabannya, berarti Anda memiliki persepsi yang sama dengan banyak orang. Faktanya, “bodi bapak-bapak” tidak hanya soal penampilan, lo. Ada hal-hal yang perlu diwaspadai.

Tubuh ideal dan proporsional. Inilah yang biasa dikejar saat masih lajang. Laki-laki atau perempuan, sama saja. Tujuan utamanya menggaet pasangan. Kalau tidak, bisa juga untuk mendapat pengakuan lingkungan, keindahan, atau memang sadar kesehatan.


Setelah pasangan didapatkan, terjadi perubahan. Perempuan dianggap wajar jika mengalami kenaikan berat badan karena melewati proses hamil dan melahirkan. Pada laki-laki, membuncitnya perut masih dirasa mencengangkan, bahkan jadi bahan candaan.


Mengapa perut “bapak-bapak” buncit?


Perut buncit melekat dengan status “bapak-bapak”. Sebab, banyak laki-laki yang setelah beberapa waktu menikah dan menjadi ayah memiliki perut tebal. Istilah populernya “bodi bapak-bapak”. Mengapa ini bisa terjadi?


Sebuah penelitian menemukan bahwa setelah menikah, laki-laki cenderung tak acuh lagi pada penampilan. Selain karena sudah mendapat pasangan idaman, fokus mereka beralih ke finansial. Saking fokusnya bekerja, mereka sulit mengatur keseimbangan nutrisi, serta waktu olahraga dan istirahat.


Meningkatnya kebahagiaan, kenyamanan, dan kegiatan di rumah juga memengaruhi naiknya berat badan. Selepas bekerja, memang enaknya makan dan bersantai bersama anak dan istri, kan?


Secara sains, ini berkaitan dengan bagaimana tubuh menyimpan lemak. Jika tubuh perempuan cenderung menyimpan kelebihan lemak di panggul dan paha, tubuh laki-laki menyimpannya di perut.


Selayaknya tempat penampungan, perut punya kapasitas. Jika lemak terus bertambah dan dibiarkan, perut akan membuncit. Setelah penuh, tubuh mulai menyimpan lemak di bagian lain. Lengan, paha, dagu, dan seterusnya.


Melebarnya bagian-bagian tubuh karena timbunan lemak sudah cukup menjadi masalah bagi beberapa orang. Terutama penampilan. Ini karena pandangan bahwa badan berisi berlawanan dengan fisik prima. Ramping. Berotot. Kekar.


Namun, masalah yang sesungguhnya adalah saat tubuh mulai menggunakan organ, seperti hati, pankreas, dan otot, sebagai media menyimpan lemak. Bagaimana tidak? Ancaman yang mengintai adalah diabetes, hipertensi, kolesterol, dan penyakit jantung.


Cara mengecilkan perut buncit


Perut buncit di kalangan laki-laki yang telah menikah kini dianggap biasa. Bahkan ada yang menganggapnya sebagai tolok ukur kebahagiaan. Tak jarang orang justru mempertanyakan laki-laki yang telah menikah, tapi perutnya tidak buncit.


Perut buncit dan candaan tentangnya memang lucu. Namun, bukan berarti baik dan perlu dipertahankan. Untuk menghindari bahaya jangka panjang, kecilkan perut buncit dengan cara-cara berikut.


1. Pola makan



Usahakan karbohidrat, protein, dan lemak ada dalam tubuh Anda dalam jumlah seimbang. Meski sudah berolahraga, tetap jaga pola makan. Sebab merasa bebas makan apa saja setelah sedikit olahraga justru bisa menjerumuskan.


Kalori yang terbakar setelah berlari 30 menit mudah saja digantikan satu pastri kecil. Lalu, roti bakar manis, martabak, atau mi goreng disertai secangkir kopi atau teh manis setelah olahraga juga tidak tepat. Alih-alih turun, berat badan justru lebih mudah naik, lo!


2. Gaya hidup



Stres sumber masalah. Stres memicu peningkatan kortisol. Hormon yang memengaruhi bagaimana dan di mana tubuh menyimpan lemak. Jika terlalu tinggi, ia akan menghasilkan glukosa sehingga menaikkan gula darah Anda.


Kortisol akan memuncak ketika seseorang stres secara emosional dan kurang tidur. Kendalikan stres Anda. Misalnya, dengan berolahraga, bermain musik, atau membuat istri dan anak tertawa. Memperketat pola makan juga perlu diupayakan.


3. Aktivitas fisik



Tingkatkan aktivitas fisik untuk mengubah timbunan lemak menjadi energi. Aktivitas fisik baik untuk menjaga kebugaran.


Anda bisa berjalan kaki selama 15–30 menit. Jogging pagi bersama keluarga. Membersihkan seluruh bagian rumah. Membersihkan halaman. Berkebun. Mencuci kendaraan. Melakukan olahraga luar ruangan, seperti bersepeda atau hiking.


Pilih yang Anda suka. Lakukan lebih sering dan rutin. Intinya, gerakkan seluruh tubuh Anda! 


Olahraga yang efektif


Olahraga selalu disebut saat membahas penurunan berat badan. Tapi, olahraga seperti apa yang baik dan efektif?


Berikut cara berolahraga yang efektif kecilkan perut buncit.


1. Kombinasikan latihan aerobik dan anaerobik

Latihan aerobik membantu pembakaran lemak. Latihan anaerobik membantu pembangunan otot. Kombinasikan keduanya untuk mencapai hasil optimal.


2. Fokuskan latihan fisik pada area perut

Perut termasuk sumbu tubuh (core). Lakukanlah gerakan-gerakan untuk memperkuatnya. Pilates adalah latihan terbaik, tapi Anda juga bisa mencoba gerakan, seperti sit-up, reverse crunch, dan plank.


3. Jadwalkan waktu tetap untuk berolahraga berat

Pilih jenis olahraga berat yang bisa Anda lakukan. Misalnya, berenang, jalan kaki, atau senam aerobik. Tetapkan waktu. Misalnya, 2—3 kali seminggu. Patuhi jadwal itu.


4. Kencangkan otot perut sepanjang hari

Otot mampu mengingat. Manfaatkanlah dengan mengencangkan perut Anda sepanjang hari. Caranya, tarik masuk area pusar Anda sampai bagian dada mengembang. Pertahankan postur itu selama mungkin. 


Pertimbangkan lagi jika merasa tidak apa-apa punya “bodi bapak-bapak”. Jadikan olahraga fisik sebagai penunjang kesehatan Anda, baik fisik maupun mental, tanpa mengorbankan waktu bersama keluarga. Kesehatan dan kebugaran perlu diupayakan.

ReferensiExercise. Diakses pada 2023. How Do You Exercise to Get Rid of Belly Stomach? Health Hub. Diakses pada 2023. Will Running Solve My Pot Belly Problem. Live Science. Diakses pada 2023. Why Do Men Gain Weight in Their Bellies? Onlymyhealth. Diakses pada 2023. Weight Gain After Marriage … Todays Dietitian. Diakses pada 2023. Cortisol-Its Role in Stress, Inflammation, and Indications of Diet Therapy.