Bersyukur Membuat Anda Lebih Bahagia

oleh Kristihandaribullet
Bagikan artikel ini
Ditinjau oleh dr. Sarah Josephine
Bersyukur Membuat Anda Lebih Bahagia
Bersyukur Membuat Anda Lebih Bahagia

Siapa tak ingin hidup bahagia. Karier bagus. Keluarga kompak. Pernikahan langgeng. Namun, dalam mengejar kebahagiaan ini, seberapa sering kita mensyukuri atas apa yang telah kita miliki?

Bersyukur adalah akar kebahagiaan. Sedikit rasa syukur bisa mengubah suasana hati. Alih-alih kesal karena ban kempes, mungkin Anda patut bersyukur ketika seorang teman bersedia mengantar dengan rela hati.


Sayangnya, tak semua orang bisa bersyukur. Kadang kala hanya jadi wacana. Dalam kenyataannya, lebih banyak mengeluhnya.


Misalnya, saat cuaca panas, mengeluh betapa panasnya hari itu. Udara gerah. Pikiran gundah. Tak berapa lama, datanglah hujan. Tetap berkeluh-kesah. Dingin. Sulit konsentrasi. Tak bisa ke mana-mana.


Pikiran-pikiran negatif itu menguasai pikiran. Namun, mendeteksinya bukan hal yang mudah. Banyak orang tak menyadari bagaimana berbagai pikiran negatif memengaruhi hidup sehingga mereka mengalami stres, kecemasan hingga depresi.


Tak ada yang mampu menghentikannya, kecuali bersyukur. Melakukan praktik bersyukur setiap hari, membantu melawan pikiran negatif, serta meningkatkan kesehatan fisik dan mental.


Ketika mampu bersyukur, otak melepaskan hormon serotonin dan dopamin. Hormon ini dapat menurunkan hormon stres. Karena itu, pada jangka pendek, bersyukur mengurangi kecemasan dan meningkatkan suasana hati. Pada jangka panjang, meningkatkan kesehatan.


Lalu, bagaimana bentuk rasa syukur itu? Bersyukur merupakan salah satu cara kita menghargai apa yang kita miliki ketimbang memikirkan apa yang harus kita raih.


Bersyukur berarti kita menerima seseorang atau sesuatu dalam hidup kita dan meresponsnya dengan kebaikan, kehangatan, dan kemurahan hati lainnya.


Merayakan dan berterima kasih atas peristiwa yang dialami dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi cara untuk bersyukur. Bangun pagi dalam keadaan bugar. Sarapan pagi bersama keluarga. Pergi bekerja. Tiba di kantor dalam keadaan selamat.


Beberapa penelitian menunjukkan, mensyukuri setiap peristiwa yang terjadi dapat meningkatkan kebahagiaan dan meredakan gejala depresi.



Manfaat bersyukur bagi kesehatan




Mensyukuri hidup membuat pikiran tenang. Kebahagiaan dan kesehatan fisik pun meningkat.


1. Meningkatkan suasana hati

Orang yang teratur mengungkapkan rasa terima kasih atas hal-hal positif dalam hidup mereka terbukti lebih bahagia. Bersyukur mengurangi tingkat stres dan depresi.


2. Membuat lebih optimis

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang mengungkapkan rasa syukur secara teratur memiliki pandangan hidup lebih positif. 


3. Meningkatkan ikatan sosial

Orang-orang yang bersyukur merasa lebih dicintai dan lebih terhubung dengan orang lain ketika mereka secara rutin mempraktikkan rasa syukur atau orang-orang di sekitar mereka mempraktikkan rasa terima kasih.


Mengekspresikan penghargaan kepada teman menunjukkan kepedulian Anda dan membuka pintu pada interaksi yang lebih positif pada masa mendatang. 


Misalnya, Anda merasa sangat terbantu saat seorang teman menawarkan bahu untuk bersandar saat Anda mengalami kesulitan. Teman Anda tentu saja tersanjung atas hal ini dan selalu menyediakan diri saat Anda berada pada masa sulit.


4. Meningkatkan kesehatan fisik

Orang yang secara aktif mengungkapkan rasa syukur cenderung lebih terlibat dalam aktivitas untuk menjaga kesehatan fisiknya, seperti pola makan sehat dan berolahraga.


Ini mengarah pada tingkat energi yang lebih tinggi, tidur yang lebih baik dan sistem kekebalan yang lebih kuat, atau kemampuan melawan penyakit atau infeksi. Bersyukur juga mengurangi risiko penyakit jantung bahkan penyakit kronis.


Sebuah penelitian yang diterbitkan Journal of Psychosomatic Research pada Agustus 2020 menganalisis data dari 19 penelitian sebelumnya terkait rasa bersyukur.


Dari penelitian tersebut disimpulkan bahwa rasa syukur meningkatkan kesehatan fisik, seperti mengontrol tekanan darah dan gula darah.


5. Memperpanjang usia

Orang yang bersyukur memiliki kesehatan emosional, kesehatan fisik, dan waktu istirahat yang lebih baik. Karena itu, tak heran bila ia memiliki waktu ekstra untuk hidup di bumi ini.



Bagaimana menumbuhkan rasa syukur?





1. Berterima kasih kepada seseorang

Mempraktikkan berterima kasih dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Pada seorang satpam yang membukakan pintu atau sopir gojek yang mengantar tiba di tujuan.


Secara lebih monumental, mengucapkan terima kasih dapat ditujukan kepada sahabat atau seseorang yang telah mendukung Anda melewati masa-masa sulit atau menyelamatkan Anda. Anda dapat membuat diri lebih bahagia dengan memelihara hubungan dengan mereka.


Mengungkapkan rasa syukur tidak hanya membuat hari Anda terasa lebih cerah, tetapi juga meningkatkan kebahagiaan pada jangka panjang.


2. Berpikir positif

Sebagian besar dari kita merasa frustrasi. Saat Anda merasa kesal atau frustrasi, munculkan sesuatu yang positif tentang situasi tersebut. Pikirkan juga hal lain yang dapat Anda syukuri atas situasi tersebut.


Seseorang yang berpikir positif akan lebih mudah menghadapi masalah. Hal ini karena ia lebih tenang dan kuat. Hati dan pikiran yang positif membantu mengurangi kecemasan.


3. Jangan pilih-pilih: hargailah semuanya

Jangan menyimpan rasa syukur untuk hal-hal besar saja. Kebiasaan bersyukur dimulai dengan menghargai setiap hal baik dan menyadari tidak ada hal yang terlalu kecil untuk disyukuri. Misalnya, saat pagi hari, syukurilah hangatnya mentari pagi.


4. Buat jurnal rasa syukur

Luangkan waktu untuk memikirkan hal-hal yang patut Anda syukuri sepanjang hari yang telah Anda lalui. Tidak perlu panjang dan rumit. Cukup 2—3 hal.


Anda dapat memfokuskan pada apa yang Anda lihat, sentuh, dengar, dan rasakan. Melakukan aktivitas ini setiap hari membantu menurunkan kelelahan emosional dan depresi, serta meningkatkan kebahagiaan.


Jurnal harian ini memutuskan rantai pikiran-pikiran negatif dan memberikan kesehatan fisik dan mental.


5. Membingkai pengalaman

Bandingkan situasi saat ini dengan pengalaman negatif masa lalu, dan bagaimana Anda dapat melewati semua itu. Hal ini membantu Anda berfokus pada hal-hal yang layak Anda syukuri.


6. Berdoa

Berdoa adalah cara untuk melatih rasa syukur. Apa pun keyakinan Anda, doa menjadi alat untuk membangkitkan rasa syukur.


Saat berdoa, Anda dapat mengucap syukur atas segala hal: udara yang dihirup, kesehatan, pasangan hidup, pekerjaan, anak-anak, dan sebagainya. Doa adalah kesempatan untuk mengagumi kehidupan dan keberadaan kita.


Sudahkah Anda bersyukur hari ini?


ReferensiADAA. Diakses pada 2023. Gratitude – A Mental Health Game Changer. Nationwide Children’s. Diakses pada 2023. The Mental Health Benefits of Gratitude. Everyday Health. Diakses pada 2023. Gratitude: Definition, Health Benefits and How to Practice. Harvard Health Publishing. Diakses pada 2023. Giving Thanks Can Make You Happier. NYP. Diakses pada 2023. Why It Is Good for Your Health to Practice Gratitude.