Anyang-anyangan: Apakah Tanda Infeksi Saluran Kemih (ISK)?

Anyang-anyangan atau disuria adalah keluhan saat buang air kecil yang ditandai rasa nyeri, perih, atau tidak nyaman.
Kondisi ini sering kali menjadi tanda infeksi saluran kemih (ISK), terutama pada perempuan. ISK terjadi ketika bakteri masuk dan berkembang biak di saluran kemih, mulai dari uretra hingga kandung kemih.
Secara epidemiologis, infeksi saluran kemih pada perempuan terjadi sekitar empat hingga lima kali lebih sering dibandingkan laki-laki.
Salah satu penyebab utamanya adalah uretra perempuan yang lebih pendek, sehingga bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih. Bahkan, diperkirakan 4 dari 10 perempuan pernah mengalami ISK setidaknya satu kali sepanjang hidupnya.
Apa Penyebab Paling Umum Infeksi Saluran Kemih (ISK)?
Penyebab paling umum infeksi saluran kemih (ISK) adalah bakteri Escherichia coli (E. coli). Bakteri ini secara alami hidup di usus dan feses.
Namun, bakteri-bakteri tersebut dapat menyebabkan infeksi ketika masuk ke saluran kemih. Meski demikian, E. coli bukan satu-satunya penyebab ISK.
Beberapa mikroorganisme lain juga dapat memicu infeksi, antara lain:
1. Bakteri
Selain E. coli, bakteri lain yang hidup di kulit atau usus dapat menyebabkan ISK jika berpindah ke saluran kemih. Jenis bakteri ini dapat masuk melalui uretra dan berkembang biak di kandung kemih.
2. Jamur (ragi)
Jamur Candida merupakan penyebab paling umum ISK akibat jamur. Jenis jamur ini sama dengan yang sering menyebabkan infeksi ragi atau sariawan, terutama pada individu dengan daya tahan tubuh yang menurun.
3. Virus
ISK yang disebabkan oleh virus tergolong sangat jarang. Infeksi ini umumnya terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita kanker yang sedang menjalani terapi, atau individu dengan HIV.
Gejala Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih dapat menimbulkan berbagai keluhan, antara lain:
- Nyeri, perih, atau rasa tidak nyaman saat buang air kecil
- Buang air kecil terasa tidak tuntas atau lebih sering dari biasanya
- Urine berbau tidak sedap atau tampak keruh
- Demam dan menggigil
- Nyeri saat berhubungan seksual
- Nyeri di area perut bawah, panggul, punggung bawah, atau sisi tubuh
Apa Saja Faktor Risiko Infeksi Saluran Kemih (ISK)?
Mengetahui faktor risiko infeksi saluran kemih (ISK) penting untuk membantu mencegah infeksi sejak dini. Beberapa kondisi dan kebiasaan tertentu dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami ISK, di antaranya:
1. Dehidrasi
Kurang minum air membuat urine menjadi lebih pekat dan buang air kecil lebih jarang. Kondisi ini memberi bakteri lebih banyak waktu untuk berkembang biak di kandung kemih.
2. Batu ginjal atau batu kandung kemih
Batu dapat menghambat aliran urine dan menyebabkan urine tertahan di saluran kemih. Penumpukan urine ini menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri.
3. Sistem kekebalan tubuh yang lemah
Orang dengan daya tahan tubuh menurun, seperti penderita diabetes atau HIV, lebih sulit melawan infeksi sehingga risiko ISK menjadi lebih tinggi.
4. Kehamilan
Selama kehamilan, rahim yang membesar dapat menekan kandung kemih dan menghambat pengosongan urine secara optimal. Perubahan hormon serta komposisi bakteri vagina juga berperan meningkatkan risiko ISK.
5. Kebiasaan membersihkan dari belakang ke depan
Membersihkan area genital dari belakang ke depan setelah buang air besar berpotensi memindahkan bakteri dari anus ke uretra. Meskipun bukti ilmiahnya masih terbatas, beberapa penelitian menunjukkan kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko ISK.
6. Penggunaan spermisida
Spermisida yang digunakan bersama kondom atau diafragma dapat mengiritasi vagina dan mengganggu keseimbangan bakteri baik, sehingga memudahkan terjadinya infeksi saluran kemih.
7. Perubahan kadar estrogen
Penurunan kadar estrogen, terutama selama dan setelah menopause, dapat menyebabkan perubahan pada jaringan dan flora vagina yang meningkatkan kerentanan terhadap ISK.
8. Aktivitas seksual
Hubungan seksual dapat mendorong bakteri masuk ke uretra. Risiko ISK cenderung meningkat pada individu dengan pasangan seksual baru atau lebih dari satu pasangan.
Bagaimana cara cegah infeksi saluran kemih (ISK)?

Jika kamu rentan mengalami infeksi saluran kemih (ISK), ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu mencegahnya.
Perubahan kebiasaan sehari-hari dapat berperan besar dalam menurunkan risiko infeksi.
1. Perbaiki kebiasaan buang air kecil
Jangan menunda buang air kecil. Urine merupakan sisa metabolisme tubuh, dan membuangnya secara teratur membantu mengeluarkan bakteri dari saluran kemih.
Buang air kecil secara rutin dapat menurunkan risiko infeksi, terutama pada orang yang sering mengalami ISK.
Selain itu, segera buang air kecil setelah berhubungan seksual untuk membantu mengeluarkan bakteri yang mungkin masuk ke uretra saat aktivitas tersebut.
2. Gunakan pakaian yang longgar dan menyerap keringat
Hindari pakaian dalam yang terlalu ketat karena dapat menciptakan lingkungan lembap yang mendukung pertumbuhan bakteri.
Pilih pakaian dalam yang longgar dan berbahan menyerap keringat agar area genital tetap kering dan nyaman.
3. Cukupi kebutuhan cairan tubuh
Minum air putih secara cukup setiap hari membantu menjaga aliran urine tetap lancar. Urine yang mengalir dengan baik dapat membantu membersihkan bakteri dari saluran kemih.
Konsumsi cranberry atau jus cranberry juga sering dikaitkan dengan pencegahan ISK karena mengandung senyawa yang dapat menghambat bakteri menempel pada dinding saluran kemih. Namun, manfaat ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
**
Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi ketika kuman, seperti bakteri dari kulit atau usus, masuk ke uretra dan kandung kemih.
Karena uretra dan rektum berdekatan, dan uretra lebih pendek pada perempuan, ISK lebih mungkin terjadi pada wanita.
Faktor lain, seperti hubungan seksual, perubahan hormonal, sistem kekebalan tubuh yang lemah, batu ginjal, dan menahan buang air kecil, juga dapat meningkatkan risiko.
Untuk mencegah ISK, hindari menahan buang air kecil dan buang air kecil setelah berhubungan seks. Anda juga harus membersihkan dari depan ke belakang dan tetap terhidrasi.
Jika Anda hamil atau sedang mengalami menopause, bicarakan dengan dokter tentang pilihan pengobatan.



