7 Tips Menjadi Orang Tua yang Efektif

oleh Kristihandaribullet
Bagikan artikel ini
Ditinjau oleh dr. Bandoro
7 Tips Menjadi Orang Tua yang Efektif
7 Tips Menjadi Orang Tua yang Efektif

Dalam beberapa dekade, Jepang memiliki masalah dengan demografi. Penduduk lansia meningkat pesat, sedangkan jumlah kelahiran menurun tajam. Hal ini telah terjadi sejak 1975. Tingginya biaya untuk membesarkan anak menjadi salah satu pemicunya. Bagaimana dengan Indonesia?

Beberapa waktu lalu, Gita Savitri, youtuber, menulis di sebuah media sosial perihal childfree bisa membuat awet muda secara alami. Tanpa anak, dirinya mempunyai lebih banyak waktu untuk tidur selama delapan jam dan memiliki biaya untuk botox.


Apa itu childfree? Childfree adalah kesepakatan antara suami-istri untuk tidak memiliki anak dalam pernikahan mereka. Childfree berbeda dengan childless ya …. 


Keluarga yang childless adalah keluarga yang belum dikaruniai anak. Namun, mereka masih berharap atau berupaya agar memiliki anak pada masa depan.


Pendapat tentang childfree ini sontak memicu pro-kontra masyarakat. Ada yang setuju. Namun, banyak pula yang menentangnya. Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi pendukung pendapat ini. 


Membesarkan anak membutuhkan biaya tidak sedikit. Bila tidak memiliki biaya, lebih baik tidak memiliki anak daripada membuat hidupnya sengsara. Selain faktor ekonomi, lingkungan, kesehatan, karier, dan pilihan hidup menjadi alasan untuk childfree.


Sementara, kelompok yang tidak setuju mengatakan bahwa pendapat ini tidak sesuai dengan budaya Timur yang mengatakan salah satu tujuan pernikahan adalah memiliki anak.


Ditambah lagi adanya pepatah lama yang masih dipercaya hingga sekarang: “Banyak anak banyak rejeki”. Artinya, masing-masing anak akan membawa rejekinya sehingga tak perlu gusar dengan memiliki anak.



Apakah benar tidak ingin memiliki keturunan?





Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, mengatakan bahwa childfree belum berdampak di Indonesia. Masih jauh dari imbas penurunan populasi meskipun World Bank mengungkapkan tren angka kelahiran di Indonesia terus mengalami penurunan.


Bahkan pada 2019, angka kelahiran kasar per 1.000 penduduk di Indonesia berada pada angka 17,75%. Hasil sensus penduduk yang dikeluarkan BPS pun menunjukkan adanya penurunan laju pertumbuhan penduduk. 


Pada 2010—2020, laju pertumbuhan penduduk pada angka 1,25% menurun dari periode sebelumnya pada 2000—2010 pada angka 1,49%. Angka-angka tersebut menunjukkan tren pertumbuhan penduduk Indonesia yang terus mengalami penurunan.


Perubahan pandangan dari generasi milenial yang telah menjadi orang tua turut memengaruhi tren angka tersebut. Faktor ekonomi dan psikologis mendasari alasan generasi ini memutuskan untuk memiliki 1—2 anak saja. 


Mereka mulai menyadari bahwa tanggung jawab untuk menjadi orang tua tidaklah mudah. Selain ekonomi, anak-anak juga membutuhkan kedekatan emosional dan kasih sayang orang tua.


Nah, jika dikaruniai anak, apa yang harus dilakukan orang tua?





Terlepas dari fenomena childfree, berikut hal-hal yang perlu dilakukan untuk menjadi orang tua yang efektif.


1. Tingkatkan harga diri anak

Anak-anak mulai mengembangkan harga diri mereka sejak bayi. Saat mereka melihat wajah dan mendengar suara orang tua. Karena itu, kata-kata dan tindakan orang tua memengaruhi perkembangan harga diri mereka. 


Pujilah prestasi anak, sekecil apa pun. Jangan membandingkan atau meremehkan anak dengan anak lain karena itu akan merusak harga dirinya. Setiap anak pasti akan melakukan kesalahan. Cintai dia walaupun Anda tidak menyukai perilakunya.


2. Berikan pujian

Seperti Anda menyukai pujian bos, anak juga suka mendapatkan pujian dari orang tua. Lakukan mulai hal kecil. Misalnya, saat anak membereskan tempat tidur atau mainan tanpa diminta.


Pastikan tiap hari Anda menemukan perbuatan anak yang dapat Anda puji. Cinta, pelukan, dan pujian akan membawa keajaiban bagi perkembangan dan pertumbuhan anak pada masa depan.


3. Tetapkan batasan dan konsisten dengan disiplin yang diterapkan

Orang tua yang membesarkan anak tanpa memberi batasan atau mengoreksi perilaku buruk mereka sebenarnya merugikan diri anak. Tujuan mendisiplin anak adalah membantunya belajar perilaku yang diterima dan pengendalian diri.


Anak-anak mungkin menguji batasan yang Anda tetapkan. Namun, mereka butuh batasan untuk tumbuh menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab.


Kesalahan yang sering dilakukan orang tua adalah tidak menindaklanjuti dengan konsekuensinya. Konsistenlah dalam mengajarkan kedisiplinan.


4. Luangkan waktu

Ciptakan waktu untuk bersama anak. Bisa saat sarapan atau pada malam hari sebelum tidur. Menanyakan hal-hal kecil, seperti kegiatan mereka sepanjang hari atau PR, akan menyenangkan mereka.


Anda juga bisa mengajak mereka berkegiatan bersama pada akhir pekan. Beri mereka kesempatan untuk menentukan kegiatan yang akan dilakukan bersama. 


5. Jadilah panutan yang baik

Orangtua merupakan model bagi anak. Berilah teladan kepada anak tentang perilaku baik Anda. Jika Anda sering marah dengan berkata-kata kotor, jangan heran bila anak menirunya.


Berikan contoh yang ingin Anda lihat pada anak-anak, misalnya rasa hormat, keramahan, kejujuran, suka menolong. Ucapkan terima kasih dan berikan pujian. Perlakukan anak-anak sebagaimana Anda mengharapkan orang lain memperlakukan Anda.


6. Tunjukkan cinta Anda tak bersyarat

Orang tua wajib memberi tindakan korektif dan membimbing anak. Hindarilah menyalahkan, mengkritik, atau mencari-cari kesalahan anak. Hal ini dapat merusak harga diri dan menimbulkan kebencian. Pastikan anak-anak tetap merasa dicintai.


Beri anak Anda interaksi yang positif dalam keluarga. Anak akan mengingat pengalaman tersebut.


7. Jadikan komunikasi sebagai prioritas

Komunikasi adalah hal yang penting dalam mengasuh anak. Hubungan yang terjalin sejak masa kanak-kanak dipertahankan melalui komunikasi yang harus dilandasi rasa hormat dan kepercayaan.


Saat mengoreksi sebuah perilaku yang tak baik, orang tua perlu menjelaskan alasannya. Hanya mengatakan “pokoknya harus begini-begitu” akan membingungkan anak. Jika orang tua tidak menjelaskan, mereka akan bertanya-tanya tentang nilai dan motif orang tua.


Buatlah ekspektasi untuk anak dengan jelas. Jika ada masalah, ungkapkan perasaan dan ajak anak mencari solusi bersama. Bersikaplah terbuka bila anak memberikan usulan.


Ajaklah anak berdiskusi dan bernegosiasi. Anak-anak yang terlibat dalam pengambilan keputusan akan lebih termotivasi melakukannya.


Mengasuh anak bukanlah hal mudah. Pengasuhan yang baik adalah kerja keras. Ingat, tidak ada satu cara yang benar untuk mengasuh anak. Lakukan yang terbaik, percaya diri dan nikmati kebersamaan dengan orang kecil dalam hidup Anda.


Namun, keputusan untuk childfree juga hak setiap orang. Yang terpenting, keputusan tersebut diambil berdasarkan keputusan suami dan istri.

ReferensiKids Health. Diakses pada 2023. 9 Steps to More Effective Parents. Washington Post. Diakses pada 2023. Not Having Kids Is Nothing New. Zoella. Diakses pada 2023. We Spoke to 10 Women Who Are Childfree by Choice.