Wajib Tahu, Ini Fakta Tentang Autisme

oleh Sesy Widya Pakpahanbullet
Bagikan artikel ini
Ditinjau oleh dr. Koh Hau-Tek
Wajib Tahu, Ini Fakta Tentang Autisme
Wajib Tahu, Ini Fakta Tentang Autisme

Tahukah Anda drama korea populer Extraordinary Attorney Woo? Menceritakan kisah hidup Woo Young Woo, pengacara dengan autisme. Sebenarnya, autisme itu apa, ya?

Drama Korea tersebut Woo Young Woo dikisahkan sebagai pengacara autisme pertama di Korea Selatan. Drama ini viral karena didukung akting pemain yang sangat baik! Cerita tentang autisme dikemas menarik dan detail. 


Apa itu autisme?



Autisme bukanlah penyakit. Autism Spectrum Disorder, atau autisme, adalah gangguan perkembangan saraf yang kompleks. Ditandai adanya abnormalitas dalam aspek komunikasi, perilaku, dan minat. Gangguan ini merupakan kondisi ketika otak bekerja dengan cara berbeda.


Menurut WHO, sekitar 1 dari 100 anak mengalami autisme. Beberapa orang dengan autisme dapat hidup mandiri. Namun, beberapa lainnya membutuhkan perawatan dan dukungan seumur hidup.


Kenali gejala autisme



Kapan autisme dapat dideteksi? Tidak ada jawaban pasti untuk pertanyaan ini. Umumnya, gejalanya dikenali pada beberapa tahun awal kehidupan.


Mengacu pada DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual-5), gejala autisme dibagi dalam dua kategori, yaitu


1. Masalah komunikasi dan interaksi sosial

Beberapa gejala, di antaranya sulit menjaga kontak mata, bahkan cenderung menghindarinya. Belum bisa berbicara. Tidak melihat atau mendengarkan orang yang sedang berbicara. Tidak merespons ketika namanya dipanggil. Sulit mengungkapkan atau mengekspresikan perasaan dan memahami perasaan orang lain.


Tidak atau hanya sedikit menggunakan isyarat tangan, seperti melambai atau menunjuk. Mereka kesulitan menyesuaikan diri dalam situasi sosial, seperti ketika bermain atau berteman. Asyik dengan dunia sendiri. Mereka juga tak mampu berbagi hal yang ia sukai dengan orang lain. 


2. Perilaku berulang

Anak dengan autisme cenderung berperilaku stimming, melakukan suatu hal berulang kali. Misalnya, mengucapkan kata yang sama berulang-ulang (echolalia). Bermain dengan cara yang sama. Mengepakkan tangan. Berlari bolak-balik.


Mereka sangat patuh rutinitas. Jika berubah, mereka akan kesal. Tak hanya soal waktu, perubahan kecil pada hal lain juga membuat tidak nyaman. Selain itu, mereka sangat sensitif terhadap suara, bau, cahaya, atau rasa. Mereka memiliki minat tinggi pada suatu hal.


Karakteristik lain


Selain dua kategori di atas, ditemukan juga gejala lain. Misalnya, keterlambatan perkembangan bahasa atau kognitif, masalah fisik, seperti diare atau kejang, stres berlebihan, perilaku hiperaktif atau impulsif, pola makan atau tidur yang tak biasa.


Beberapa anak dengan autisme mungkin tidak memiliki semua atau salah satu gejala di atas. Namun, mereka tetap menunjukkan masalah yang berhubungan dengan dua kategori tersebut.


Itulah alasan gangguan ini disebut Autism Spectrum Disorder. “Spektrum” merujuk pada variasi dari tingkat keparahan. Artinya, tiap anak yang didiagnosis autisme sangat mungkin memiliki gejala dan kondisi berbeda.


Mengenali “autisme” Woo Young Woo


Young Woo didiagnosis autisme setelah dibawa ke dokter. Ayahnya curiga karena Young Woo belum bisa berbicara hingga usia 5 tahun, menghindari kontak mata, dan tidak menanggapi apa pun yang ia katakan.


Hingga dewasa, Young Woo masih menunjukkan perilaku serupa. Ia sering mengulang kata atau kalimat. Young Woo beberapa kali terlihat memakai headphone di keramaian atau menutup telinganya setelah mendengar suara keras. Itu salah satu bentuk sensitivitas terhadap suara.


Berkaitan dengan rutinitas, Young Woo hanya suka makan kimbab setiap harinya dan tidak mau makan makanan lain. Ia juga memperhatikan hal kecil, seperti merapikan buku atau tisu yang berantakan. Satu lagi, Young Woo juga sangat menyukai paus!


Penyebab autisme


Semakin dini autisme diketahui, semakin cepat penanganan dilakukan. Namun, diagnosis autisme tidak semudah itu.


Belum diketahui penyebab pasti autisme. Setidaknya, ada dua faktor risiko, yaitu lingkungan dan genetik. Misalnya, memiliki riwayat keluarga dengan autisme, kondisi genetik atau kromosom tertentu, berat badan lahir rendah, atau ibu berusia lebih dari 40 tahun.


Autisme tak bisa dicegah. Belum ada cara pasti yang menjamin autisme tak terjadi. Hal yang bisa dilakukan calon orang tua adalah menjaga dan memeriksakan kesehatan diri.


Dalam masyarakat beredar rumor “vaksin campak, gondong, dan rubella menyebabkan autisme”. Faktanya, vaksin tidak menyebabkan autisme, ya!


Apakah autisme bisa sembuh?


Belum ditemukan obat-obatan untuk menyembuhkan autisme. Karena itu, penanganan yang tepat akan membantu anak dengan autisme menjalani kehidupan sehari-hari. Beberapa terapi yang bisa dilakukan, antara lain terapi perilaku, bermain, fisik, okupasi, dan wicara.


Anak dengan autisme memiliki banyak kelebihan, lo! Mereka memiliki daya ingat luar biasa dan detail. Biasanya, mereka unggul dalam bidang matematika, sains, musik, atau seni.


Young Woo adalah pengacara andal! Dia mampu menghafal pasal-pasal hukum dengan baik. Nggak heran kalau Young Woo berhasil lulus dan lolos tes pengacara dengan nilai memuaskan!


Menjadi orang tua dari anak dengan autisme bukan hal mudah. Mereka perlu perhatian orang tua. Konsultasikan dengan dokter dan terapis mengenai ide kegiatan yang bisa dilakukan bersama anak.


Bergabung dengan komunitas juga membantu. Tak hanya berbagi informasi, tetapi bisa saling menguatkan.


Autisme berbeda pada tiap orang. Ada yang seperti Young Woo, ada juga yang tidak. Namun, gejala yang ditunjukkan sama, yaitu komunikasi dan perilaku berulang. 


Mari kenali gejala autisme. Mari peduli pada orang dengan autisme.


ReferensiCDC. Diakses pada 2023. What Is Autism Spectrum? Healthline. Diakses pada 2023. Everything You Need to Know About Autism Spectrum Disorder. Mayo Clinic. Diakses pada 2023. Autism Spectrum Disorder: Symptoms and Causes. NIH. Diakses pada 2023. Autism Spectrum Disorder. WHO. Diakses pada 2023. Autism.