Motorik Halus dan Kasar: Apa Bedanya dan Bagaimana Melatihnya

oleh Agnes Krisantibullet
Bagikan artikel ini
Ditinjau oleh dr. Bandoro
Motorik Halus dan Kasar: Apa Bedanya dan Bagaimana Melatihnya
Motorik Halus dan Kasar: Apa Bedanya dan Bagaimana Melatihnya

Pernahkah Anda perhatikan gerakan-gerakan aneh yang dilakukan bayi? Bayi kerap terlihat seperti memukul-mukul benda di dekatnya. Misalnya, wajah Anda. Hmm. Kira-kira kenapa ya bayi seperti itu?

Jangan buru-buru marah jika Anda terpukul oleh bayi, ya. Bukannya “nakal”, mereka hanya belum mampu mengendalikan gerakan tangan dan kakinya dengan sempurna. Dengan kata lain, keterampilan motorik mereka belum optimal.


Apa itu keterampilan motorik?



Keterampilan motorik adalah kemampuan untuk mengendalikan anggota tubuh seperti kepala, tangan, kaki, bibir, lidah, ataupun jari-jemari. Keterampilan ini dibutuhkan untuk menunjang kehidupan seseorang. Keterampilan motorik dibedakan menjadi motorik halus dan motorik kasar.


Keterampilan motorik halus membutuhkan kontrol dan ketelitian tinggi. Sebab, yang digunakan adalah otot-otot kecil seperti pada pergelangan dan jari-jari tangan. Contoh gerakannya adalah mencengkeram benda, menggunakan alat makan, dan memegang pensil atau krayon.


Keterampilan motorik kasar menggunakan otot-otot besar. Terutama bagian tungkai lengan dan kaki. Kemampuan motorik kasar ini memungkinkan seorang anak melakukan gerakan besar seperti merangkak, duduk, berdiri, berjalan, menahan posisi kepala dan tubuhnya. 


Anak-anak umumnya mengembangkan keterampilan motorik tertentu di usia tertentu. Namun perlu diingat, perkembangan tiap anak tidak mesti sama. Misalnya, ada anak yang sudah bisa berjalan sendiri di usia 10 bulan, tapi ada juga yang baru bisa berjalan saat usianya 13 bulan.


Meski demikian, seorang anak sebaiknya memenuhi rentang waktu tertentu dalam menguasai keterampilan motorik tertentu. Jika tidak, sebaiknya orang tua lebih waspada karena anak dapat mengalami gangguan motorik yang mengarah pada kesulitan bergerak secara terkontrol, terkoordinasi, dan efisien.


Motorik halus



Keterampilan motorik halus membutuhkan koordinasi gerakan jari-jari tangan dan mata. Menggenggam dan membolak-balik benda, serta menggunakan jari untuk mengambil benda adalah contoh gerak motorik halus yang perlu dilatih.


Berikut gerak motorik halus yang umumnya dikuasai anak pada rentang usia tertentu.


  • Usia 0—3 bulan. Menggunakan lengan untuk mengayunkan benda. Memasukkan benda ke mulut.

  • Usia 3—6 bulan. Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain. Memegang tangannya sendiri. Memegang mainan dengan kedua tangan.

  • Usia 6—9 bulan. Mulai mencengkeram dan berpegangan pada benda, seperti botol atau mainan. Meremas benda. Memindahkan benda dengan mencengkeramnya.

  • Usia 9—12 bulan. Menunjukkan kecenderungan menggunakan tangan kanan/kiri. Menaruh benda kecil dalam wadah. Membalik beberapa halaman buku/majalah sekaligus. Melakukan pincer grasp, yakni menggunakan ujung ibu jari dan telunjuk untuk mengambil benda kecil. Makan finger food sendiri.

  • Usia 12—18 bulan. Membuat menara dengan dua balok. Menyendok dengan sendok atau sekop kecil. Bertepuk tangan. Mencoret-coret kertas dengan krayon. Mengayunkan tangan (dadah).

  • Usia 18 bulan—2 tahun. Memegang krayon dengan ibu jari dan telunjuk. Membuat Menara dengan tiga sampai empat balok. Membuka bungkus atau wadah yang telah dikendorkan. Membalik satu halaman dari buku/majalah. Menempatkan cincin pada pasaknya.

  • Usia 2 tahun. Menyusun hingga sembilan balok ke atas. Memutar kenop pintu. Mencuci tangan sendiri. Menaik-turunkan ritsleting besar. Memanipulasi tanah liat (clay) atau playdough.

  • Usia 3 tahun. Melipat kertas menjadi dua. Menggambar lingkaran setelah diberi contoh. Mengencangkan dan membuka kancing besar.

  • Usia 4 tahun. Memakai dan melepas pakaian sendiri. Menyentuh ujung tiap jari. Menggunakan garpu dengan benar.
     
  • Usia 5 tahun. Menggunting kertas mengikuti bentuk lingkaran. Menyalin bentuk segitiga. Memegang pensil dengan benar. Mengikat tali sepatu.

  • Usia 6 tahun. Membuat struktur tertentu dengan balok. Menyatukan 16—20 potongan puzzle. Memotong menggunakan gunting dengan benar. Menggunakan pisau untuk memotong makanan.


Tanpa keterampilan motorik halus yang baik, anak akan kesulitan menyelesaikan tugas harian. Akibatnya, harga diri anak akan kian menurun. Prestasi akademiknya terganggu. Pilihan bermainnya pun juga sangat terbatas. Anak menjadi kurang bisa mandiri dalam kehidupannya.


Latih keterampilan motorik halus anak dengan memberinya mainan yang memerlukan koordinasi mata dan tangan. Misalnya, playdough, puzzle, balok, dan kartu belajar.


Mengajak anak menggambar, mewarnai, membuat aksesori dengan manik-manik, dan melipat kertas juga sangat membantu melatih keterampilan ini.


Motorik kasar



Keterampilan motorik kasar melibatkan otot-otot besar tubuh. Gerakan yang dilakukan memerlukan koordinasi mata-tangan di tahap yang lebih tinggi.


Berikut gerak motorik kasar yang umumnya dikuasai anak pada rentang usia tertentu.


  • Usia 3—6 bulan. Mengangkat tangan dan kaki saat ditempatkan di posisi tengkurap. Berguling. Mempertahankan kepala saat dalam posisi duduk.

  • Usia 6—12 bulan. Merangkak. Menarik diri dari posisi duduk ke posisi berdiri. Duduk sendiri tanpa bantuan.

  • Usia 1 tahun. Memanjat furnitur yang rendah. Memanjat tangga dengan pengawasan. Menarik atau mendorong mainan beroda. Berjalan dengan satu tangan berpegangan.

  • Usia 2 tahun. Melompat dengan kedua kaki bersamaan. Berjalan dengan jari kaki. Menaiki tangga tanpa berpegangan.

  • Usia 3 tahun. Mengendarai sepeda roda tiga tanpa bantuan. Berlari tanpa jatuh. Melempar bola sampai sejauh 1,5 meter.
     
  • Usia 4 tahun. Menangkap bola dengan tangan dan tubuh. Berlari dengan perubahan kecepatan yang lancar. Menaiki tangga dengan kaki bergantian.

  • Usia 5 tahun. Menangkap bola dengan kedua tangan. Melompat dengan satu kaki. Melakukan jumping jack dan toe touch (menyentuh jari kaki). Naik turun tangga sambil membawa benda.

  • Usia 6 tahun. Menendang bola yang menggelinding. Melompati benda setinggi 25cm. Mengendarai sepeda dengan roda latihan. Melempar benda secara akurat.

Agar menguasai keterampilan motorik kasar, anak butuh kesempatan berlatih secara teratur. Selayaknya orang dewasa saat mencoba mempelajari sesuatu. 


Karena itu, berikan anak Anda kesempatan. Ajak mereka bermain di luar. Misalnya, main kejar-kejaran, lempar-tangkap bola, berenang, atau olahraga permainan lainnya.


Jauhkan anak dari gaya hidup sedenter/minim gerak. Misalnya, menonton TV, bermain HP, dan tidur-tiduran dalam waktu lama. 


Membiarkan anak terlalu lama mengandalkan kursi bantu (stroller) juga kurang baik. Selain membuat anak malas, Anda pun jadi harus berusaha lebih keras membantu mereka berlatih mandiri.


Menyaksikan tumbuh kembang anak adalah anugerah terindah. Siapa yang akan menyangka, tangan mungilnya yang bergerak-gerak aneh saat bayi kelak berubah menjadi tangan kuat yang mengangkat piala pertamanya. Mari dukung anak untuk tumbuh kuat dan mandiri.


Jika Anda memiliki pertanyaan terkait masalah motorik anak, segera kunjungi klinik GWS Medika terdekat. Dokter kami akan membantu Anda memantau putra-putri Anda saat mereka tumbuh dan berkembang.


ReferensiChild Development. Diakses pada 2023. Fine Motors Skills Activities. Empowered Parents. Diakses pada 2023. The 17 Best Fine Motors Activities for Kids. Oxford Health. Diakses pada 2023. Gross Motor Skills (Babies and Toddlers). Verywell Family. Diakses pada 2023. Fine and Gross Motor Skills in Children.