Dengarkan dan Perhatikan Curhatan Anak

oleh Kristihandaribullet
Bagikan artikel ini
Ditinjau oleh dr. Koh Hau-Tek
Dengarkan dan Perhatikan Curhatan Anak
Dengarkan dan Perhatikan Curhatan Anak

Tahukah Anda, mendengarkan curhat anak itu memiliki banyak manfaat? Mungkin tak setiap orang tua menyadari hal ini. Kebanyakan justru melakukan hal sebaliknya. Mengomeli mereka alih-alih mendengarkan.

Apakah Anda tergolong orang tua yang demikian? Stop lakukan! Memberikan waktu dan telinga kepada anak membuat mereka tahu bahwa Anda menghargai dan menerima mereka apa adanya. Hal ini membangun harga diri, kemandirian, dan kepercayaan diri. 


Mendengarkan juga menjadi cara apik agar anak berbicara dengan terbuka dan aman, serta tanpa khawatir tentang harapan dan masalah mereka.


Sayangnya, banyak orang tua tak betah mendengarkan curhat anak. Mendengar sih, tapi tidak mendengarkan. Karena perhatian orang tua sering kali tidak tertuju pada perkataan anak. Apalagi bila anak membuat kesalahan. Orang tua tidak atau kurang menerima alasan anak. Alih-alih mendengarkan, yang sering terjadi justru menyalahkan.


Padahal mendengarkan anak sama dengan melatih mereka tentang cara berkomunikasi yang baik. Mendengarkan anak berarti memperhatikan sisi emosional mereka. Dengan memiliki komunikasi yang baik, anak dapat memiliki hubungan yang baik dalam keluarga maupun lingkungan. 


Bagaimanakah cara mendengarkan?


Komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak menghindarkan mereka dari pergaulan dan pengaruh buruk lingkungan. Terjalinnya komunikasi sejak dini membuat anak terbiasa menceritakan pengalaman atau perasaan mereka kepada orang tua. Hal ini memudahkan orang tua mengawasi pergaulan kelak ketika mereka beranjak remaja.


Namun, hal itu sering kali tak mudah ya …. Penasaran dengan caranya? Yuk, simak tips berikut.


1. Luangkan waktu untuk berbicara



Luangkan waktu untuk berbicara dengan mereka tanpa gangguan eksternal. Tinggalkan gawai atau kesibukan Anda sementara waktu. Hadirlah bagi mereka baik secara mental maupun fisik.


Pastikan mereka tahu Anda memberikan perhatian penuh. Gunakan bahasa yang mudah dipahami agar mereka memahami perkataan Anda dengan lebih baik.


Gunakan waktu saat melakukan kegiatan, seperti jalan bersama, makan malam, atau mengantar dan menjemput mereka dari sekolah. Namun, tetaplah berfokus pada percakapan. Bukan kegiatan.


2. Bersikaplah terbuka



Berpikirlah terbuka. Terimalah semua jenis perasaan tanpa menjadi gelisah, sedih, marah, atau frustrasi. Ada kalanya anak-anak memicu kemarahan, ketakutan, dan kecemasan Anda. Bersabarlah.


Ingatlah anak-anak tidak memiliki kedewasaan seperti Anda. Bayangkan apa yang akan Anda lakukan dalam situasi seperti itu jika Anda adalah anak Anda.


3. Dengarkan mereka



Selalu biarkan anak Anda menyelesaikan pembicaraannya sebelum menanggapi. Jangan pernah ikut campur dan menanggapi dengan sensitif. Penasaran dan tunjukkan minat pada apa yang mereka katakan. Ketahuilah pandangan mereka dan apa yang mereka bicarakan tentang masalah tersebut.


4. Jangan menilai



Hindari untuk menghakimi ketika mendengarkan siapa pun. Masa kanak-kanak adalah fase yang sulit. Terkadang mereka merasa sulit mengomunikasikan perasaan mereka. Apa yang mereka katakan kerap tidak tersampaikan seperti yang mereka inginkan karena kosa kata mereka yang terbatas.


Jadi, jangan pernah mengkritik, menilai, menyalahkan atas sesuatu yang dikatakan anak Anda. Meskipun ceramah mungkin merupakan salah satu cara untuk menyampaikan pandangan Anda, percakapan yang menarik dapat mendorong kerja sama sebagai tim dan memecahkan masalah bersama.


Mengapa perlu mendengarkan?


Penelitian menunjukkan bahwa mendengarkan anak membuat mereka mendengarkan Anda juga. Anak-anak akan mencoba mendengarkan dan memahami perkataan orang tua. Tentu saja, karena mereka merasa dihargai. Nah, berikut berbagai manfaat mendengarkan curhat anak.


1. Memperkuat ikatan dengan mereka

Mendengarkan anak Anda secara aktif menunjukkan bahwa Anda menghargai perkataan mereka. Hal ini membangun kepercayaan diri, mengembangkan kepercayaan, dan membantu membangun ikatan yang lebih kuat dengan Anda.


Mendengarkan mereka dengan sabar, secara aktif terlibat dalam percakapan, dan memberi mereka cukup waktu untuk mengekspresikan diri akan membuat anak Anda dapat mengekspresikan diri.


2. Membantu anak berkomunikasi

Anak-anak yang orangtuanya bersedia mendengarkan cerita mereka akan merasa pikiran, pendapat, dan perasaan mereka dihargai. Dengan demikian, saat remaja, mereka akan lebih mudah membagikan ceritanya kepada Anda.


3. Mengembangkan keterampilan sosial

Ketika Anda mendengarkan, mereka akan belajar mengembangkan hubungan sosial yang positif. Berkomunikasi dengan anak menjadi latihan bagi mereka bahwa berbicara sama pentingnya dengan mendengarkan. Keterampilan ini membantu anak bekerja sama dengan lebih baik dalam interaksi sosial mereka.


4. Membangun harga diri

Anak-anak menyadari bahwa waktu dan perhatian Anda sangat berharga. Dengan memberi mereka waktu dan perhatian, Anda membuat mereka merasa dihargai. Mereka akan merasa bahwa mereka adalah prioritas Anda. Perasaan ini kelak akan membuat mereka menjadi orang dewasa yang percaya diri.


5. Memberi peluang memiliki nilai akademis lebih baik

Orang tua yang penuh perhatian dan pengertian dapat secara signifikan meningkatkan kemungkinan anak-anak menyelesaikan pekerjaan rumahnya hingga enam kali lipat, terutama jika anak kesulitan di sekolah.


Selain itu, mendengarkan, membantu proses anak Anda menangani kecemasan dan trauma. Saat duduk bersama mereka dan mendiskusikan segala sesuatu yang traumatis, Anda membuka pintu untuk percakapan. Hal ini membantu anak Anda menghadapi peristiwa tersebut dengan lebih baik.


6. Meningkatkan kesadaran emosional

Menurut penelitian, keluarga yang berulang kali menghabiskan waktu bersama tanpa gangguan ponsel dan teknologi memiliki anak yang dapat menyesuaikan diri dengan baik. Mereka juga lebih jarang mengalami depresi atau kecemasan sepanjang hidup mereka.


Berjuang mendengarkan anak Anda? Dengarkan curhat mereka dengan sabar. Tersenyum dan tertawalah bersama saat mereka mengisahkan cerita gembira. Berikan pelukan hangat saat mereka tampak tak bersemangat.  

Referensiard & Didriksen Pediatrics. Diakses pada 2023. The Critical Importance of Listening to Your Child. CDC. Diakses pada 2023. Active Listening. Childcare & Education Expo. Diakses pada 2023. As I See It, Listening To Children Is Vital. EMC Healthcare. Diakses pada 2023. Parents Know The Benefits of Listening to Children. Sherwood High. Diakses pada 2023. Why Is It Important to Listening to Your Child?