Perlukah Pekerja Kantoran Suntik Vitamin D?

oleh Kristihandaribullet
Bagikan artikel ini
Ditinjau oleh dr. Koh Hau-Tek
Perlukah Pekerja Kantoran Suntik Vitamin D?
Perlukah Pekerja Kantoran Suntik Vitamin D?

Berangkat subuh. Pulang petang. Pekerja kantoran di kota-kota besar pasti tak asing dengan kondisi ini. SeharI-hari, mereka bahkan tak pernah “bertemu” sinar matahari. Tak heran, tubuh lambat-laun alami kekurangan vitamin D.

Ironis memang. Berada di negara tropis, tetapi kekurangan vitamin D. Padahal sumber utama vitamin D, matahari, sangat melimpah. Namun, inilah kenyataannya.


Pekerja kantoran berisiko kekurangan vitamin D karena kebanyakan aktivitasnya berada di dalam ruangan dan jauh dari paparan sinar matahari. Padahal waktu untuk mendapatkan sinar ultraviolet (UVB) hanya pada pukul 10.00—15.00. Namun, pada jam-jam tersebut, kebanyakan pekerja kantoran justru berada di dalam ruangan ber-AC. Inilah yang mengakibatkan mereka kekurangan vitamin D.



Seperti diketahui, sinar matahari bermanfaat membantu tubuh memproduksi vitamin D secara alami. Kandungan sinar ultraviolet (UVB) pada matahari, bila terkena kulit, dapat mengubah provitamin D pada kulit menjadi vitamin D.


Sebuah studi yang dilakukan Alberta University di Kanada menemukan bahwa 91% pekerja kantoran tidak mendapatkan cukup vitamin D dan 75% di antaranya kekurangan vitamin D. Kekurangan vitamin D berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan, seperti risiko osteoporosis, penyakit kardiovaskular, dan bahkan kanker.


Tercukupinya kebutuhan vitamin D pada karyawan dapat meningkatkan performa mereka. Berikut gejala umum defisiensi vitamin D:


1. Kelelahan

Jujur saja, kita merasa lelah. Namun, alasan kelelahan berbeda pada tiap orang. Selain kesehatan tulang yang buruk, kelelahan otot adalah gejala umum kekurangan vitamin D. Kelelahan ini mungkin disebabkan oleh berkurangnya efisiensi mitokondria: “pembangkit listrik” di setiap sel tubuh.


Mitokondria menggunakan oksigen untuk menghasilkan energi. Ketika tubuh kekurangan vitamin D, mitokondria akan kesulitan melakukan fungsinya. Akibatnya, tubuh akan lemah dan kehilangan tenaga.


2. Mudah mengantuk

Kekurangan vitamin D meningkatkan risiko gangguan tidur dan berhubungan dengan kesulitan tidur, durasi tidur lebih pendek, dan terbangun pada malam hari pada anak-anak dan orang dewasa.


Oleh karena itu, asupan vitamin D memiliki efek positif untuk memperbaiki gangguan tidur, memperbaiki kualitas dan durasi tidur yang lebih lama.


3. Sulit berkonsentrasi dan berpikir

Tubuh memerlukan vitamin D untuk meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh dan kesehatan otak.


Memiliki kadar yang rendah atau kekurangan vitamin D dapat berdampak negatif pada kesehatan kognitif dan berkontribusi terhadap gejala kabut otak.


4. Gampang sakit

Salah satu peran terpenting vitamin D adalah mendukung kekebalan tubuh. Vitamin C membantu menangkal virus dan bakteri penyebab penyakit.


Vitamin D berinteraksi langsung dengan sel-sel yang bertanggung jawab untuk mengatasi infeksi.


Karyawan yang sering sakit, terutama pilek atau flu, mungkin memiliki kadar vitamin D rendah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa defisiensi vitamin D mengakibatkan infeksi saluran pernapasan seperti pilek, bronkitis, dan pneumonia.


Sejumlah penelitian menemukan bahwa mengonsumsi hingga 4.000 IU vitamin D setiap hari dapat mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan.


Karena itu, pekerja kantoran dianjurkan untuk meluangkan waktu berada di bawah sinar matahari sekitar 30 menit agar mendapatkan sumber vitamin D yang dibutuhkan tubuh. Misalnya, memilih makan siang di tempat terbuka yang mendapat sinar matahari atau berjalan-jalan sejenak ke luar gedung kantor saat jam istirahat.


Suntik vitamin D dapat menjadi pilihan



Sebagai upaya menjaga kesehatan tubuh, kita perlu mencukupi kebutuhan nutrisi harian vitamin D. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ini. Salah satunya adalah mengonsumsi makanan kaya vitamin D, seperti ikan salmon, daging merah, telur, dan berbagai produk olahan susu. Juga cukup mendapat paparan sinar matahari.


Sayangnya, banyak orang tidak mendapat makanan dan paparan sinar matahari yang cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin D. Karena itu, metode injeksi menjadi cara yang tepat dan efektif untuk meningkatkan kadar vitamin D serta kesehatan dan kebugaran secara keseluruhan.


Sayangnya, banyak orang tidak mendapat makanan dan paparan sinar matahari yang cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin D. Karena itu, metode injeksi menjadi cara yang tepat dan efektif untuk meningkatkan kadar vitamin D serta kesehatan dan kebugaran secara keseluruhan.


Jika diterapkan dalam kehidupan profesional, mencukupi kebutuhan vitamin D dapat menghasilkan sejumlah perubahan nyata. Menjadi lebih produktif di tempat kerja, sehingga lebih mudah menyelesaikan tugas dan langkah baru.


Bila ingin berkonsultasi atau mendapatkan layanan suntik vitamin D, klik Whatsapp. 


ReferensiHealthline. Diakses pada 2023. 6 Helpful Supplements for Brain Fog. National Library of Medicine. Diakses pada 2023. Vitamin D Levels and Deficiency … Newcastle University. Diakses pada 2023. Vitamin D Provent to Boost Energy.