Benarkah Konsumsi Garam Berlebih Picu Eksim Gatal?

oleh Kristihandaribullet
Bagikan artikel ini
Ditinjau oleh
Hindari konsumsi garam berlebih karena memengaruhi kesehatan Anda.
Hindari konsumsi garam berlebih karena memengaruhi kesehatan Anda.

Pola makan yang baik tidak hanya menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga memberikan manfaat bagi kulit.

Mengonsumsi sayuran hijau dan buah-buahan secara rutin dapat membantu kulit tampak lebih cerah, lembap, dan awet muda karena kandungan vitamin serta antioksidannya menutrisi kulit dari dalam.


Namun, tidak semua zat dalam makanan memberikan efek positif. Salah satunya adalah garam (natrium).


Meski tubuh membutuhkan garam untuk menjaga keseimbangan cairan, fungsi saraf, dan kontraksi otot, konsumsi berlebihan justru dapat membawa dampak negatif.


Asupan garam yang terlalu tinggi dapat memicu dehidrasi, pembengkakan (edema), dan peradangan, membuat kulit tampak kusam dan lebih cepat menunjukkan tanda penuaan.


Tak hanya itu, kadar natrium tinggi juga dapat memperburuk kondisi kulit tertentu, seperti eksim atau dermatitis atopik.


Sebuah studi yang dipublikasikan di JAMA Dermatology tahun 2024 terhadap lebih dari 216.000 partisipan menemukan adanya hubungan antara asupan natrium tinggi dan peningkatan risiko dermatitis atopik — penyakit kulit yang ditandai dengan kekeringan, gatal, dan ruam.


Penelitian tersebut juga mengungkap bahwa semakin tinggi kadar natrium dalam tubuh, semakin parah gejala yang dialami penderita dermatitis atopik.



Apa saja dampak kelebihan asupan garam bagi kulit?



Kelebihan garam dapat memberikan efek langsung maupun tidak langsung pada kulit. Berikut beberapa dampak yang perlu diwaspadai:


1. Memicu peradangan kulit


Garam memicu kambuhnya penyakit kulit kronis.
Garam memicu kambuhnya penyakit kulit kronis.

Terlalu banyak mengonsumsi garam dapat memperparah kondisi kulit yang sudah ada, seperti psoriasis dan rosacea. Garam memiliki efek inflamasi yang dapat memicu kambuhnya penyakit kulit kronis.


Pada penderita psoriasis, misalnya, bercak kulit tebal, bersisik, dan kemerahan bisa semakin parah karena retensi cairan dan peningkatan peradangan akibat natrium tinggi.


Hal serupa juga dapat terjadi pada penderita rosacea. Kulit wajah tampak lebih merah, terasa panas, dan pembuluh darah menjadi lebih terlihat.


2. Menyebabkan dehidrasi dan kulit kering


Kulit mudah terkelupas akibat kelebihan konsumsi garam.
Kulit mudah terkelupas akibat kelebihan konsumsi garam.

Asupan natrium berlebihan membuat tubuh menarik air keluar dari sel untuk menyeimbangkan kadar garam dalam darah. Akibatnya, kulit kehilangan kelembapan alaminya dan menjadi kering, kasar, serta mudah iritasi.


Kulit yang dehidrasi kehilangan kemampuan untuk melindungi diri dari faktor eksternal, seperti polusi dan sinar UV, sehingga lebih rentan terhadap iritasi dan penuaan dini.


Jika kulit terasa kencang, kering, dan mudah mengelupas, itu bisa menjadi tanda bahwa pola makan Anda terlalu tinggi garam.


3. Menyebabkan bengkak


Salah satu tanda tubuh kelebihan garam adalah bengkak di area sekitar mata.
Salah satu tanda tubuh kelebihan garam adalah bengkak di area sekitar mata.

Terlalu banyak garam menyebabkan tubuh menahan air untuk menyeimbangkan kadar natrium dalam darah. Hal ini dapat menyebabkan bengkak pada wajah, terutama di sekitar mata, serta pembengkakan di tangan atau kaki.


Kondisi ini tidak hanya mengganggu penampilan, tetapi juga bisa menjadi tanda retensi cairan jangka panjang, yang dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.


4. Mempercepat penuaan kulit


Kelebihan konsumsi garam dapat mengganggu produksi kolagen.
Kelebihan konsumsi garam dapat mengganggu produksi kolagen.

Kelebihan garam dikaitkan dengan stres oksidatif, yaitu kondisi ketika jumlah radikal bebas dalam tubuh melebihi kemampuan antioksidan untuk menetralkannya.


Akibatnya, sel-sel kulit rusak dan tanda-tanda penuaan, seperti keriput, garis halus, dan kulit kendur muncul lebih cepat.


Selain itu, garam yang berlebihan juga dapat mengganggu produksi kolagen, yaitu protein yang menjaga kekencangan dan elastisitas kulit. Kekurangan kolagen membuat kulit tampak kusam, kurang elastis, dan lebih cepat menua.



Cara atasi efek negatif garam pada kulit



Konsumsi makanan kaya nutrisi yang membantu regenerasi kulit.
Konsumsi makanan kaya nutrisi yang membantu regenerasi kulit.

Terlalu banyak asupan garam tidak hanya berdampak pada tekanan darah, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan kulit. Kelebihan natrium dapat menyebabkan dehidrasi, peradangan, dan mempercepat penuaan kulit. 


Berikut beberapa langkah efektif untuk membantu menyeimbangkan efek negatif garam dan menjaga kulit tetap sehat.


1. Seimbangkan asupan natrium


Langkah pertama untuk melindungi kulit adalah mengontrol asupan garam harian.


Kementerian Kesehatan RI menganjurkan konsumsi natrium harian untuk orang dewasa tidak lebih dari 2.000 mg per hari atau 5 gram atau setara 1 sendok teh.


Batasi makanan olahan, makanan cepat saji, dan camilan asin yang tinggi natrium. Tanpa disadari, berbagai jenis makanan ini sering kali menjadi penyumbang utama konsumsi garam berlebih.


2. Tetap terhidrasi


Kelebihan garam membuat tubuh kehilangan cairan, sehingga minum air putih yang cukup sangat penting untuk menjaga kelembapan kulit.


Air membantu mengeluarkan kelebihan natrium melalui urine dan keringat, sekaligus menjaga sel-sel kulit tetap terhidrasi.

Anda juga bisa menambah asupan cairan dari buah-buahan tinggi air, seperti semangka, jeruk, dan mentimun untuk efek hidrasi alami.


3. Lakukan perawatan kulit yang menghidrasi


Gunakan produk perawatan kulit dengan kandungan pelembap intensif, seperti asam hialuronat, gliserin, atau ceramide.


Bahan-bahan ini membantu menarik dan mengunci kelembapan di kulit, memperkuat skin barrier alami, serta mencegah kulit tampak kusam atau kering akibat efek garam.


Jika kulit Anda cenderung sensitif, pilih produk tanpa alkohol dan tanpa pewangi agar tidak menambah iritasi.


4. Konsumsi makanan kaya kalium


Kalium berperan penting dalam menyeimbangkan kadar natrium dalam tubuh dan membantu mengurangi retensi air yang menyebabkan bengkak.


Tambahkan makanan kaya kalium seperti pisang, bayam, alpukat, dan ubi jalar ke dalam menu harianmu.


Selain membantu mengontrol kadar garam, makanan ini juga kaya antioksidan yang mendukung regenerasi sel kulit dan menjaga elastisitasnya.


Meskipun garam diperlukan dalam jumlah kecil untuk fungsi tubuh yang normal, kelebihan natrium dapat memperburuk kondisi kulit — mulai dari dehidrasi, peradangan, jerawat, hingga penuaan dini.


Dengan membatasi asupan garam, menjaga hidrasi, dan menerapkan perawatan kulit yang tepat, kamu bisa membantu kulit tetap sehat, lembap, dan bercahaya dari dalam.







ReferensiHealthline. Diakses pada 2025. Too Much Sodium Can Make Atopic Dermatitis Worse. Health Harvard. Diakses pada 2025. Eating a sodium-rich diet is tied to increased eczema risk. Medical News Today. Diakses pada 2025. Eczema: Too much sodium may increase atopic dermatitis. West Lake Dermatology. Diakses pada 2025. Here’s How Salt (Sodium) Affects Skin Health & Appearance.