Wajib Tahu, Apa Itu Hipertensi!

oleh Kristihandaribullet
Bagikan artikel ini
Ditinjau oleh dr. Bandoro
Wajib Tahu, Apa Itu Hipertensi!
Wajib Tahu, Apa Itu Hipertensi!

Anda mungkin tidak merasakan ada yang salah dengan kesehatan Anda saat tiba-tiba mengetahui tekanan darah Anda tinggi. Itulah sebabnya tekanan darah tinggi atau hipertensi sering disebut silent killer. Perubahan gaya hidup merupakan salah satu cara mengendalikannya.

Hipertensi (tekanan darah tinggi) adalah kondisi ketika tekanan pada pembuluh darah berada di atas normal. Menurut American Heart Association (AHA) diagnosis dapat ditegakkan dengan kriteria tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg pada pemeriksaan berulang.


Tekanan darah adalah ukuran tekanan atau kekuatan darah yang mendorong dinding pembuluh darah. Pembacaan tekanan terdiri dari dua angka:


  • Angka pertama adalah tekanan darah sistolik. Angka ini mengukur tekanan pada dinding arteri saat jantung berdetak atau berkontraksi.
  • Angka kedua adalah tekanan darah diastolik. Ini mengukur tekanan pada dinding arteri di antara detak jantung saat jantung rileks.

Satu-satunya cara mengetahui apakah tekanan darah kita tinggi atau rendah adalah dengan mengukurnya. Meskipun Anda merasa sehat, disarankan untuk memeriksakan tekanan darah minimum 6 bulan - 1 tahun sekali. Pemeriksaan ini penting karena dapat menyelamatkan nyawa Anda. 


Berikut kategori tekanan darah. Anda dinyatakan memiliki penyakit darah tinggi jika masuk dalam kategori hipertensi tingkat 1 atau 2.



Penyebab hipertensi



Tekanan darah tinggi berkembang seiring waktu. Ini mungkin disebabkan oleh pilihan gaya hidup yang kurang sehat, seperti kurang rutin melakukan aktivitas fisik. Kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes dan obesitas, juga dapat meningkatkan risiko terjadinya tekanan darah tinggi.


Makanan tidak sehat, seperti makanan tinggi natrium dan lemak, serta kurangnya mengonsumsi buah dan sayuran, bersama dengan mengonsumsi alkohol juga dapat meningkatkan risiko hipertensi.


Gejala hipertensi



Banyak orang yang mengidap hipertensi tidak merasakan tanda atau gejala yang jelas. Bahkan, sekitar 46% orang dewasa tidak menyadari bahwa mereka memiliki tekanan darah tinggi. Hal ini menjadikan hipertensi sebagai penyebab kematian dini yang signifikan di seluruh dunia.


Biasanya orang dengan hipertensi mulai merasakan gejala bila tekanan darah sudah sangat tinggi (≥180/120). Gejala tekanan darah tinggi tersebut meliputi sakit kepala berat, nyeri dada, pusing, sulit bernapas, mual, muntah, pandangan kabur, cemas, bingung, mimisan, dan irama jantung tidak normal.


Kondisi ini termasuk dalam keadaan emergency sehingga Anda disarankan untuk segera ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami hal tersebut.


Bagaimana pencegahan hipertensi?



Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2019) mengusung jargon CERDIK untuk pencegahan hipertensi:


  • Cek kesehatan rutin: Rutin cek tekanan darah.
  • Enyahkan asap rokok: Merokok tidak hanya memicu hipertensi, tetapi juga meingkatkan risiko munculnya penyakit lain.
  • Rajin aktivitas fisik: Berolahraga minimum 30 menit per hari. Lakukan 4—5 kali per minggu.
  • Diet seimbang: Mengurangi asupan garam (asupan garam harian adalah 5 gr/hari), serta lebih banyak mengonsumsi buah dan sayuran. Disarankan juga untuk membatasi makanan tinggi lemak.
  • Istirahat cukup: Tidur sekitar 8 jam/hari.
  • Kelola stres: Menghindari atau mengelola stres dapat mengurangi hipertensi.

Pengobatan



Target tekanan darah yang ideal berbeda-beda tergantung pada kondisi kesehatan individu. Bagi penderita hipertensi dengan penyakit kardiovaskular (seperti penyakit jantung atau stroke), diabetes, dan gagal ginjal kronis, targetnya adalah kurang dari 130/80 mmHg.

Sementara, bagi kebanyakan orang tanpa penyakit penyerta, target tekanan darah yang ideal adalah kurang dari 140/90 mmHg.


Hipertensi bisa dikelola melalui perubahan gaya hidup dan pengobatan. Dalam beberapa kasus, menurunkan tekanan darah secara alami memang mungkin. Gaya hidup sehat memainkan peran penting di sini. Jika Anda bisa mengendalikan tekanan darah melalui gaya hidup yang sehat, Anda mungkin dapat menghindari, menunda, atau bahkan mengurangi penggunaan obat.


Obat-obatan hipertensi:


  • ACE inhibitors termasuk captopril dan lisinopril untuk merelaksasi pembuluh darah dan mencegah kerusakan ginjal.
  • Angiotensin -2 receptors blockers (ARBs) termasuk candesartan dan telmisartan untuk merelaksasi pembuluh darah dan mencegah kerusakan ginjal.
  • Calcium channel blockers termasuk amlodipine dan nifedipine untuk merelaksasi pembuluh darah.
  • Diuretik termasuk hydrochlorothiazide membantu mengurangi cairan berlebih dalam tubuh guna menurunkan tekanan darah.

Obat hipertensi merupakan pengobatan jangka panjang. Bila Anda pertama kali menerima obat ini, dokter biasanya menyarankan Anda untuk kontrol pengobatan setiap dua minggu atau satu bulan untuk mengoptimalkan pengobatan. Setiap enam bulan atau minimum setahun sekali Anda juga perlu melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah ada komplikasi hipertensi.


Penting diketahui bahwa obat hipertensi wajib dikonsumsi setiap hari meskipun tidak merasakan gejala.


Segera kunjungi dokter kami untuk mendapatkan pengobatan dan perawatan


Hipertensi bisa ditangani dengan gaya hidup sehat, yang membantu mencegah serangan dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Modifikasi gaya hidup juga bisa meningkatkan efektivitas pengobatan obat-obatan hipertensi.


Rutin mengunjungi layanan kesehatan untuk memeriksa tekanan darah adalah langkah awal untuk membuat perubahan gaya hidup demi menjaga kesehatan arteri Anda. Namun, Anda juga bisa memeriksa tekanan darah sendiri di rumah.


Berikut langkah-langkah untuk mendapatkan pembacaan yang akurat:


  • Hindari olahraga, minum kafein, atau merokok minimum 30 menit sebelum mengukur tekanan darah.
  • Duduk dan bersantailah minimum 5 menit sebelum melakukan pengukuran.
  • Posisikan lengan dan alat tensi sejajar dengan posisi jantung. Jangan banyak bergerak selama pengukuran.

Jika Anda membutuhkan layanan pengelolaan hipertensi, kunjungi Klinik GWS Medika terdekat untuk mendapatkan pengelolaan dan pengobatan yang sesuai. Untuk konsultasi lebih lanjut, Anda juga bisa klik WhatsApp. Get well sooner #bersama GWSMedika.



ReferensiAHA Journals. Diakses pada 2024. International Society of Hypertension Global Hypertension Practice Guidelines. Hypertension, 1334-1357. ‌Healthline. Diakses pada 2024. Heart Disease Symptoms. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2024. Cegah Hipertensi dengan CERDIK WHO. Diakses pada 2024. Global Report on Hypertension: The Race Against a Silent Killer.