Ketahui Lebih Lanjut tentang Kanker Tulang

oleh Agnes Krisantibullet
Bagikan artikel ini
Ditinjau oleh dr. Bandoro
Ketahui Lebih Lanjut tentang Kanker Tulang
Ketahui Lebih Lanjut tentang Kanker Tulang

Zach Sobiech adalah penggubah sekaligus sumber inspirasi lagu dan film “Clouds”. Pemuda berbakat ini didiagnosis mengidap kanker tulang (osteosarcoma) saat 14 tahun. Empat tahun setelahnya, 2018, ia meninggal dunia.

Apa itu kanker tulang


Osteosarcoma adalah satu dari sekian jenis kanker tulang. Benar. Kanker tulang itu beragam. Tergantung dari jenis sel dan di bagian mana sel tumor tersebut tumbuh.


Kanker tulang bisa dimulai di mana pun. Umumnya di tulang panggul. Bisa juga di tulang-tulang panjang bagian lengan atau kaki. Kanker tulang dinamai berdasarkan jenis dan perilaku sel serta tempat tumor atau kanker mulai tumbuh.


Karena sel tumor pada tulang dapat berpotensi menjadi kanker, deteksi dini menjadi sangat penting terutama jika Anda merasakan benjolan di bagian tubuh tertentu.


Jenis-jenis kanker tulang


Ada dua jenis kanker tulang. Kanker tulang primer terjadi jika sel kanker terbentuk di tulang atau tulang rawan.


Jenis lainnya adalah kanker tulang sekunder. Ini terjadi sebagai hasil penyebaran/metastasis kanker dari bagian tubuh lain.


Berikut jenis-jenis kanker tulang:


Osteosarcoma. Jenis kanker tulang ini biasanya berkembang di ujung tulang panjang dekat sendi, sering kali di sekitar lutut (tulang paha atau tulang kering) atau di tulang lengan atas dekat bahu. Osteosarcoma dapat juga muncul di area lain, seperti pinggang atau bahu. Kanker ini terutama menyerang remaja dan berdampak pada lapisan terluar dari jaringan tulang yang keras.


Sarkoma Ewing. Ini adalah jenis kanker tulang primer yang bermula dari jaringan lunak di sekitar atau dalam tulang. Sarkoma Ewing sering terjadi pada tulang-tulang panjang, seperti tulang paha dan tulang lengan atas, serta tulang panggul. Kanker ini lebih umum dijumpai pada anak-anak dan remaja.


Chondrosarcoma. Kanker ini muncul pada jaringan kartilago yang merupakan jaringan penghubung antartulang, umumnya di tulang panggul, tulang paha, dan tulang bahu. Tumor ini biasanya tumbuh perlahan dan lebih sering menyerang orang dewasa.


Chordoma. Jenis kanker ini berkembang di bagian bawah tulang tengkorak atau di sepanjang tulang belakang. Chordoma cenderung tumbuh lambat, tetapi dapat menjadi sangat invasif.


Gejala kanker tulang



Gejala kanker tulang meliputi:

  • Nyeri pada tulang.
  • Bengkak di bagian tulang panjang (tungkai, panggul, atau dada).
  • Tulang terasa lemah, atau sakit setelah trauma minor (cedera kecil).
  • Kelelahan tanpa sebab.
  • Penurunan berat badan yang tiba-tiba.
  • Penurunan rentang gerak.

Tidak semua jenis kanker tulang diawali nyeri. Untuk itu, tetaplah waspada. Segera periksakan diri ke dokter bila gejala di atas mencapai tahap berikut:

  • Sering kali berulang (datang dan pergi).
  • Rasa nyeri yang cenderung semakin parah saat malam hari dan tidak mereda setelah minum obat nyeri.

Jangan abaikan jika saudara, teman, atau anak Anda mengeluhkan nyeri-nyeri pada tulangnya. Ambil tindakan sedini mungkin untuk mencegah hal yang lebih buruk terjadi.


Penyebab dan faktor risiko


Penyebab pasti kanker tulang belum diketahui sepenuhnya. Namun, faktor-faktor berikut diduga berkontribusi pada tidak normalnya pertumbuhan tulang.


Faktor genetik. Sama seperti kanker lainnya, kanker tulang dapat dipicu faktor keturunan. Selain itu, terjadinya mutasi genetik meningkatkan potensi terjadinya kanker tulang.


Beberapa sindrom, seperti Li-Fraumeni, Werner, dan Rothmund-Thomson juga diketahui berkorelasi meningkatkan risiko osteosarcoma.


Riwayat terapi radiasi. Orang-orang yang telah menerima terapi radiasi (biasanya untuk mengobati jenis kanker lain) memiliki risiko sedikit lebih tinggi untuk mengembangkan kanker tulang di area yang telah diobati. Risiko ini lebih tinggi pada orang-orang yang diobati saat mereka masih muda (terutama saat masih anak-anak) dan mereka yang diobati dengan dosis radiasi yang lebih tinggi.


Perkembangan penyakit lain. Paget disease, kondisi terganggunya regenerasi tulang, memberi risiko lebih tinggi terjadinya osteosarcoma. Tumor yang jinak, seperti enchondroma dan osteochondroma, juga dapat berkembang menjadi chondrosarcoma ganas.


Ragam pemeriksaan tulang



Di fasilitas kesehatan, Anda mungkin akan menjalani berbagai pemeriksaan. Beberapa di antaranya:


  • Radiologi X-Ray. Tampak gambaran kasar dan tidak beraturan di bagian tulang yang ditumbuhi sel tumor atau kanker.
  • Radiologi CT-Scan. Ini dilakukan untuk memeriksa apakah kanker telah menyebar ke organ lain, seperti paru-paru.
  • Radiologi MRI. Dilakukan untuk melihat perluasan kanker tulang ke jaringan lain, seperti otot, pembuluh darah, dan saraf.
  • Scan tulang radionuklida. Pemeriksaan menggunakan substansi radioaktif. Tujuannya, mengetahui seberapa besar kerusakan pada tulang akibat kanker dan apakah kanker telah menyebar ke tulang lain.
  • PET scan. Dilakukan untuk mendeteksi aktivitas sel abnormal. Dari situ, penyebaran sel kanker tulang di jaringan atau organ lain dapat lebih mudah dievaluasi.
  • Biopsi. Pengambilan sampel sel atau jaringan untuk selanjutnya dievaluasi di laboratorium.

Meski jarang terjadi – hanya 1% dari semua jenis kanker— kita perlu waspada pada potensi kanker tulang. Kanker tulang yang diderita Zach Sobiech pada usia muda hingga berujung kematian menggambarkan betapa mengerikannya penyakit ini.


Tulang adalah bagian tubuh yang keras. Keras tak berarti bebas abnormalitas. Perhatikan kesehatan tulang karena waktu kita tak akan terulang.


Jika Anda memiliki pertanyaan terkait kanker tulang, klik WhatsApp.


ReferensiHealthline. Diakses 2023. Bone Cancer: Types, Causes, Symptoms Indonesia Orthopaedic. Diakses 2023. Apakah itu Kanker Tulang. Mayo Clinic. Diakses pada 2023. Bone Cancer: Symptoms & Causes NCBI. Diakses 2023. Primary Bone Cancer.