Waspadai Kanker Prostat

oleh Agnes Krisantibullet
Bagikan artikel ini
Ditinjau oleh dr. Koh Hau-Tek & Puspa W. Cahyono
Waspadai Kanker Prostat
Waspadai Kanker Prostat

Kanker prostat adalah kanker ke-5 paling umum dialami pria Indonesia. Tahun 2020, tercatat 13.563 kasus baru. Kenali kanker ini dan tingkatkan kewaspadaan.

Apa itu prostat?


Prostat adalah kelenjar kecil pada laki-laki yang berbentuk seperti kacang kenari. Kelenjar ini menghasilkan cairan mani yang menutrisi dan mengangkut sperma.


Kelenjar prostat sendiri terletak di bawah kandung kemih. Tepat di belakangnya, ada kelenjar vesikula seminalis yang berfungsi menghasilkan air mani. Di bagian tengah prostat terdapat uretra, saluran yang membawa urin dan air mani keluar tubuh melalui penis.



Ukuran prostat dapat bertambah seiring usia. Pada laki-laki muda umumnya sebesar kacang kenari, dan kian membesar saat lebih tua.

Kanker dimulai ketika sel di kelenjar prostat tumbuh tak terkendali.


Tipe-tipe kanker prostat


Kanker prostat umumnya bertipe adenokarsinoma. Kanker yang berkembang dari sel-sel kelenjar.


Tipe lainnya yang lebih jarang adalah karsinoma sel kecil, tumor neuroendokrin, karsinoma sel transisi, dan sarkoma. 


Di beberapa kasus, kanker prostat berkembang lambat. Terbatas pada kelenjar prostat saja, sehingga tidak membahayakan. Beberapa lainnya bersifat agresif dan menyebar dengan cepat.


Gejala dan penyebab


Kanker prostat biasanya tak bergejala di awal. Namun, jika sudah berkembang, tanda-tanda berikut mungkin muncul.


  • Kencing bermasalah
  • Tekanan urin melemah saat kencing
  • Urin mengandung darah
  • Air mani mengandung darah
  • Nyeri tulang
  • Penurunan berat badan tiba-tiba
  • Disfungsi ereksi

Belum diketahui dengan jelas penyebab kanker prostat. Dokter hanya mengetahui bahwa tumbuhnya sel abnormal diinisiasi oleh DNA

Deteksi dini kanker prostat, yakni saat kanker masih terbatas di kelenjar prostat, memiliki peluang terbaik untuk keberhasilan pengobatan.


Akumulasi sel abnormal membentuk tumor yang terus tumbuh dan menyebar ke jaringan di sekitarnya. Beberapa sel abnormal juga bisa menyebar (bermetastasis) ke bagian lain tubuh.


Faktor risiko



Beberapa faktor risiko yang meningkatkan potensi terjadinya kanker prostat, meliputi:


  • Usia. Risiko meningkat seiring bertambahnya usia. Umumnya, kanker prostat muncul setelah usia 50 tahun.

  • Ras. Menurut catatan, ras kulit hitam berisiko lebih tinggi mengembangkan kanker prostat daripada ras lain. Belum diketahui alasannya.

  • Sejarah keluarga. Memiliki anggota keluarga kandung yang mengidap kanker prostat atau kanker payudara dapat meningkatkan risiko.

  • Obesitas. Berat badan berlebih meningkatkan risiko bahkan membuat kanker lebih agresif dan sulit dihilangkan.

Faktor-faktor di atas tampaknya tak bisa dihindari. Namun, kanker prostat tetap bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat, makan makanan bergizi tiap hari, dan rajin olahraga. 


Pemeriksaan dan diagnosis



Jika memiliki keluhan seperti yang telah disebutkan, segera periksakan diri. Pemeriksaan utama yang dilakukan dapat meliputi, pemeriksaan colok dubur, PSA (prostate-specific antigen) serum, dan USG transrektal/transabdominal.


Diagnosis pasti akan didapatkan dari hasil biopsi prostat atau spesimen operasi berupa adenokarsinoma. Pemeriksaan histopatologis juga mungkin dilakukan untuk mengetahui penyebaran sel abnormal.


Lakukan skrining untuk mendapatkan perawatan lebih cepat. Skrining juga akan menghindarkan dari komplikasi, seperti:


  • Penyebaran kanker (metastasis). Penyebaran kanker prostat bisa mengarah ke organ-organ sekitar. Misalnya, kandung kemih. Atau memasuki aliran darah atau sistem limfatik ke tulang dan organ-organ lain yang lebih jauh.

  • Inkontinensia. Kanker prostat dan perawatannya dapat menyebabkan urinasi tak terkendali atau inkontinensia. Pilihan perawatan untuk kondisi ini adalah dengan obat-obatan, kateter, dan operasi.

  • Disfungsi ereksi. Kondisi ini dapat disebabkan baik oleh kanker prostat sendiri maupun perawatannya, termasuk operasi, radiasi, atau terapi hormonal. Disfungsi ereksi dapat dibantu dengan obat-obatan dan operasi.

ReferensiAmerican Cancer Society. Diakses pada 2023. What Is Prostate Cancer? Kementrian Kesehatan. Diakses pada 2023. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Kanker Prostat. Mayo Clinic. Diakses pada 2023. Prostate Cancer. WHO. Diakses pada 2023. Prostate Cancer.